Dosen IPB Diberhentikan Sementara dari PNS

AF
Oleh Ahmad Farhan Faris
Kamis 03 Oktober 2019
share
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith yang ditetapkan sebagai tersangka akan diberhentikan sementara dari pegawai negeri sipil (PNS).

"Kalau memang sudah ditetapkan, sikap pemerintah jelas sesuai dengan UU dan peraturan yang ada. Mereka harus diberhentikan sementara sebagai PNS," kata Nasir di Kompleks Kepresidenan, Kamis (3/10/2019).

Menurut dia, pemerintah menunggu keputusan hukum dan kepastian hukum untuk memberhentikan Basith sebagai PNS. Misal, Basith diputuskan ada tindak pidana lalu dihukum atau dipenjara sampai lebih 2 tahun.

"Menunggu keputusan hukum itu dari kehakiman, nanti kalau dari pengadilan diputuskan dipenjara sampai lebih 2 tahun, harus diberhentikan, pemecatan sebagai PNS," ujarnya.

Oleh karena itu, Nasir mengingatkan kepada para dosen, PNS di lingkungan pemerintah khususnya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

"Ini penting, perlu kami sampaikan, kita ini di negara hukum. Ini harus kita perhatikan betul. Mari kita jaga bersama, jangan sampai terjadi yang menyebabkan anarkis," jelas dia.

Untuk diketahui, Abdul Basith ditangkap di kawasan Tangerang, Sabtu (28/9/2019). Diduga, Basith berperan sebagai penyimpan bom molotov.

Basith bersama 9 tersangka lainnya diduga merencanakan peledakan bom molotov itu saat aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu (28/9/2019).

Kini, Basith dan 9 tersangka lainnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan. Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 169 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA