Pengembangan Kilang Cilacap Belum Bisa Dilakukan

IH
Oleh Indra Hendriana
Jumat 04 Oktober 2019
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan kilang Cilacap antara PT. Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sampai sekarang belum bisa direalisasikan. Padahal proyek ini sudah direcanakan sejak lima tahun lalu.

Sebab, sampai sekarang belum ada kesepakatan final antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco terkait perbaikan dan peningkatan kapasitas (upgrading) Kilang Cilacap. Perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture development agreement/JVDA) proyek ini pun kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya.


"(Kilang, red) Cilacap, JVDA diperpanjang sampai 31 Oktober, karena valuasi masih berjalan," kata Wamen ESDM, Arcandra Tahar dikutip Jumat (4/10/2019).

Adapun, JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap tersebut berakhir pada September lalu. Perpanjangan JVDA ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh kedua perusahaan migas pelat merah tersebut.

Penandatanganan JVDA sendiri pertama kali dilakukan pada Desember 2016, dua tahun setelah penetapan Saudi Aramco sebagai mitra pada 2014.

JVDA ini harusnya berakhir pada Desember tahun lalu, namun kemudian diperpanjang enam bulan hingga Juni ini. Sehingga, perpanjangan sampai September 2019 adalah kedua kalinya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan, dalam pengembangan pembangunan Kilang Cilacap itu pihak dengan Saudi Aramco masih terus melakukan pembahasan berkenaan dengan pembentukan joint venture (JV).

"Kami punya lima kandidat valuer, mudah-mudahan pekan depan terpilih," ungkap Nicke, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, kata Nicke, skema yang ditawarkan masih skema spin-off, yakni ekspansi terhadap akses eksisting. "Namun kalau tidak workable, kita coba tawarkan yang bangun baru (bentuk usaha baru), Petrokimia," ujar Nicke.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA