17 Korporasi dan 362 Orang Jadi Tersangka Karhutla

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Selasa 22 Oktober 2019
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan sebanyak 345 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan 17 korporasi ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada penanganan kasus karhutla yang secara detail telah kami sampaikan kemarin bahwa ada 362 tersangka yang secara keseluruhan detailnya adalah 345 orang individu, 17 orang yang terkait dengan korporasi," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Asep Adi Saputra, Selasa (22/10/2019).

Asep mengatakan penanganan kasus karhutla itu ada di Bareskrim dan enam kepolisian daerah terkait. Penanganan itu dirangkum atas arahan dan petunjuk Bareskrim Polri.

"Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah siapa saja 17 perusahaan yang ditangani itu. Karhutla ini ditangani oleh Bareskrim dan seluruh jajaran 6 polda lainnya. Jadi penanganan ini semuanya dirangkum dalam arahan dan petunjuk teknis dari Bareskrim dan Bareskrim sendiri juga melakukan upaya-upaya dalam penegakan kasus karhutla tersebut," kata Kombes Asep.

Sementara itu, tiga perusahaan ditangani oleh Bareskrim Polri. Sebanyak 14 perusahaan lainnya ditangani oleh enam polda di daerah terdampak karhutla.

"Yang ditangani Bareskrim ada tiga perusahaan, yaitu PT AP, PT YSM, dan ketiga PT WSSI," kata Asep.

Asep mengatakan dua korporasi ditangani oleh Polda Riau. Sementara itu, satu perusahaan ditangani oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

"Berikutnya Polda Riau ada dua perusahaan yang ditangani oleh penyidik Polda Riau. Pertama adalah PT SSS, kedua PT TI. Yang ditangani oleh Polda Sumatera Selatan ada satu perusahaan, yaitu PT HBL," lanjutnya.

Asep menyebut ada dua perusahaan ditangani oleh Polda Jambi. Dua perusahaan ditangani oleh Polda Kalimantan Selatan.

"Polda Jambi ada dua perusahaan, PT MAS dan PT DSSP. Polda Kalimantan Selatan yaitu PT MIB dan PT BIT," imbuhnya.

Kemudian, untuk Polda Kalimantan Tengah, terdapat dua korporasi yang ditetapkan menjadi tersangka. Serta empat perusahaan ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Kalimantan Barat.

"Polda Kalimantan Tengah (menangani) PT PGK dan PT GBSM. Polda Kalimantan Barat ada empat perusahaan yang ditangani, yaitu PT SAP, PT SISU, PT PSL, dan PT ESM. Secara keseluruhan jumlahnya 17," katanya. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA