GasMin Efisienkan Industri Kecil di Sidoarjo

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Minggu 27 Oktober 2019
share
 

INILAHCOM, Sidoarjo - Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mulai merasakan manfaat penggunaan GasMin (Gasifikasi Mini Batubara).

Salah satunya adalah Sulaiman, pelaku IKM Sidoarjo, yang mengolah telur asin UD Adon Jaya di Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan semangat ia menceritakan perubahan positif pada industri telor asin yang dikelolanya setelah menggunakan GasMin (Gasifikasi Mini Batubara).

Kini proses pemasakan telur asin rasa udang, kepiting, dan ikan salmon yang menjadi andalan Sulaiman menjadi lebih cepat satu jam dan lebih efisien. Hal ini tentunya berimbas pada omzetnya yang mengalami peningkatan.

"Proses pemasakan telur asin sekarang menjadi lebih cepat satu jam. Pengoperasian alatnya cukup mudah dan menghasilkan sumber panas yang banyak. Rencananya mau saya manfaatkan untuk pengovenan juga," ungkap Sulaiman bahagia setelah GasMin berkapasitas 10 kg tersebut kini sah menjadi miliknya setelah diserahkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, seperti mengutip dari esdm.go.id.

Tak jauh dari rumahnya, pemilik IKM kerupuk, Muarofah juga merasa terbantu dengan GasMin yang diserahkan untuk IKM-nya. "Sekarang memasak lebih cepat setelah menggunakan GasMin. Selisih waktunya cukup signifikan, sekitar 1/2 sampai 1 jam bila dibandingkan dengan kayu bakar.

Muarofah menuturkan, pada proses memasak juga tidak ada asap yang muncul,sehingga tidak mengakibatkan ketel menjadi hitam. "Ketel juga bersih, pengoperasiannya mudah, saya sudah bisa mengoperasikan sendiri," lanjutnya.

GasMin dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Batubara (Puslitbang Tekmira) Kementerian ESDM dan saat ini sudah bisa diimplementasikan untuk IKM. Gasmin genarasi pertama dirintis tahun 2007 dan teknologinya terus disempurnakan menjadi Gasmin generasi kedua, yang lebih sederhana, baik dalam bentuk fisik maupun pengoperasiannya.

Dadan Kusdiana menyerahkan dua unit GasMin berkapasitas 10 kg, kepada Board of Director PT Minarak Brantas Gas, Husein, yang langsung disumbangkan kepada IKM Telur Asin UD Adon Jaya dan IKM kerupuk. Penyerahan gasmin hasil inovasi tersebut merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Minarak Brantas Gas, sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap pengembangan ekonomi IKM.

Seiring penetapan Puslitbang Teknologi menjadi Badan Layanan Umum pada tahun 2018, GasMin mulai dipasarkan secara komersial. Para penggunanya antara lain IKM Tempe Wonosari dan industri Batik di Tasikmalaya. Pada Maret 2019, perusahaan asal Korea, PT Uvision Daehyup Indonesia (UDI) telah menggantikan sumber energi mesin pengering cocofiber sebagai oven (dryer) dengan GasMin kapasitas 30 kg. Tingkat efisiensi GasMin pada industri ini sekitar 40 s.d. 50 persen.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA