Korporasi Masih Dominasi Kredit Bank Mandiri

IN
Oleh inilahcom
Selasa 29 Oktober 2019
share
Direktur Bisnis & Jaringan Hery Gunardi bersama dengan Direktur Manajemen Risiko A. Siddik Badruddin dan Corporate Secretary Rohan Hafas (kiri ke kanan) memberikan pemaparan kinerja perseroan Triwulan III tahun 2019 di Jakarta, Senin (28/10). - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dalam penyaluran kredit masih mengandalkan dua segmen utama yakni Corporate dan Retail terutama kredit Mikro dan Consumer.

Perseroan, sepanjang kuartal III tahun ini kredit perseroan mencapai 11,5 persen (YoY) secara tahunan atau mencapai Rp806,8 triliun. Kredit di segmen korporasi mencapai ending balance Rp301,8 triliun atau tumbuh rata-rata 5,72 persen (YoY). Untuk segmen Mikro, ending balance penyaluran kredit mencapai Rp116,4 triliun, tumbuh rata-rata 19,4 persen (YoY), sementara pada segmen Consumer mencapai ending balance Rp 88,5 triliun atau tumbuh 4,1 persen (YoY).

Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 81,49 persen dari total portofolio. Pada triwulan ini, penyaluran kredit investasi mencapai Rp251,07 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp342,3 triliun.

Sebagai Agent of Development, perseroan juga turut berkontribusi dalam pembangunan nasional, berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp198,5 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 16,9 persen (YoY). Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang kuartal III 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp17,45 triliun, tumbuh 29,7 persen (YoY) atau mencapai 69 persen dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Di tengah ketatnya persaingan dan likuiditas ditambah dengan kondisi makro ekonomi global yang belum membaik, Bank Mandiri juga memacu penguatan dana murah. Pada triwulan III tahun 2019, pengumpulan dana murah perseroan tercatat mencapai Rp567,5 triliun.

Pertumbuhan ini bertumpu pada penghimpunan tabungan sebesar Rp302,9 triliun atau tumbuh 2,3 persen (YoY), dan giro yang mencapai sebesar Rp214,1 triliun atau tumbuh 9,2 persen (YoY).

Sedangkan kontribusi Dana Pihak Ketiga (DPK) Perusahaan Anak juga terus membaik. Pada periode ini, kontribusi DPK perusahaan anak mencapai Rp107,3 triliun atau tumbuh 13,5 persen (YoY). Jika jumlah tersebut dikonsolidasikan, maka total Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri beserta dengan Perusahaan Anak mencapai Rp891,2 triliun, naik 7,2 persen dari September 2018. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA