Sinergi Kawal BUMN Dorong Penyelamatan Aset Negara

IN
Oleh inilahcom
Senin 28 Oktober 2019
share
 

INILAH.COM, Jakarta - PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di bawah manajemen Muhamad Sattar Taba mengklaim berhasil meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Hal itu untuk menampik isu miring soal Dirut KBN sebagai figur yang bermasalah.

"Terkait dengan rumors Pelabuhan Marunda yang lebih tepat disebut sebagai upaya perampasan aset negara, PT. Kawasan Berikat Nusantara secara hukum telah menyampaikan gugatan atas konsesi pengelolaan pelabuhan Marunda selama 70 tahun oleh PT KCN. Kontrak kerja sama inilah pangkal masalah karena temuan BPK menyatakan bahwa ada kerugian negara dalam kontrak tersebut dan ada potensi Loss keuangan negara hingga Rp50 triliun jika kerja sama tersebut tetap berjalan," kata Abdul Rohim dalam keterangannya, di Jakarta.

Abdul Rohim menegaskan hal itu guna menanggapi pemberitaan beberapa media yang memuat pernyataan terkait dengan PT KBN (Kawasan Berikat Nusantara) serta terkait dengan disebutnya Dirut PT KBN Sattar Taba sebagai figur yang bermasalah.

Menurutnya, catatan yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber, PT KCN selama proses kerja sama dengan PT KBN tidak pernah melakukan RUPS sejak tahun 2015 hingga sekarang. Padahal RUPS sebagai prasyarat manajemen perusahaan yang sehat.

Selain itu, sejak 2015, PT KCN juga tidak melakukan setoran dividen kepada PT KBN. Hal ini tentu menjadi pertanyaan karena tidak ada mekanisme pertanggungjawaban kinerja yang dapat dinilai.

"Kabar lain menyatakan bahwa BPK akan melakukan audit investigatif kepada PT KCN untuk memeriksa kondisi keuangan perusahaan," kata Rohim.

"Sebagai seorang yang memiliki pengalaman selama 40 tahun dalam mengelola BUMN, kiprah Dirut KBN Sattar Taba terbilang moncer. Sebelum didapuk sebagai Dirut KBN, Sattar Taba telah dipercaya mengelola PT Semen Tonasa. Dalam proses perjalanan, kami menilai kinerja BUMN Semen Tonasa cukup baik. Kami memiliki keyakinan bahwa kebaikan demi kebaikan yang telah banyak ditorehkan oleh Dirut KBN Sattar Taba selama berkarier di BUMN menjadi track record baik yang menjadi parameter Kementerian BUMN. Itulah prinsip dasar yang harus sama-sama kita junjung," imbuhnya.

Sinergi Kawal BUMN berpandangam bahwa segala opini, isu, pemberitaan negatif yang dialamatkan kepada Direktur Utama PT KBN sesungguhnya merupakan sebuah upaya mengadang langkah penyelamatan perusahaan serta aset negara oleh PT KBN yang jika dibiarkan akan dirampas pihak-pihak yang tak bertanggung jawab atas nama kerja sama. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA