Airlangga Sewenang-wenang, Sudah Banyak Korban

IN
Oleh inilahcom
Senin 25 November 2019
share
Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Viktus Murin menilai pendukung bakal calon ketua umum Airlangga yang terus membangun narasi soal kesepakatan Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo ibarat pepatah 'menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri'.

"Sebab, nyatanya yang melanggar kesepakatan adalah kubu Airlangga, yang sudah menyingkirkan orang-orang Bamsoet di posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR RI sebagaimana telah disepakati sebelumnya," ujarnya, Senin (25/11/2019).

Dia menegaskan tidak usah membela diri dan mengarang cerita dan memutarbalikkan fakta. Korban sudah banyak. Apa yang disampaikan Bamsoet adalah fakta.

"Silahkan dicek kepada para korban tindakan sewenang-wenang Airlangga dan para loyalisnya," kata Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar ini.

Sebut saja korbannya Nusron Wahid, Robert Kardinal, dan kawam-kawan. Belum lagi soal pemecatan di daerah. Plt Jambi dicopot karena perbedaan pendapat. Belum lagi di daerah-daerah, yang banyak di-Plt-kan dan tidak dipulihkan seperti telah disepakati dalam Rapat Pleno DPP yang melarang kebijakan Plt jelang Munas.

"Jadi, upaya membela diri mereka yang terus bicara soal kesepakatan, apalagi menyebut bahwa kesepakatan itu disakaikan ketum partai lain. Lebih baik berkaca kenapa begitu mudah melanggar kesepakatan dan sudah berapa orang yang dizalimi," katanya.


AGK dan Adies Kadir Jangan Ngoceh Sembarangan

Viktus Murin juga meminta dua loyalis Airlangga yakni Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) dan Adies Kadir yang pernyataan-pernyataannya bertendensi menyudutkan Bamsoet, sebaiknya tidak usah ngoceh sembarangan mengenai kesepakatan antara Airlangga dan Bamsoet.

Seharusnya AGK fokus saja pada Tupoksi dan program-program Kementerian Perindustrian agar dapat tercapai target kinerja yang telah dipatok Presiden Joko Widodo. Jangan sampai kinerja sebagai Menteri Perindustrian jeblok dan mempermalukan Presiden Jokowi yang telah diusung Partai Golkar pada Pilpres 2019.

"Padahal Partai Golkar justru yang pertama mengusung Jokowi untuk periode kedua yakni pada Rapimnas Golkar tahun 2016," ujar juru bicara Bamsoet ini, menegaskan.

Begitu pun dengan Sekretaris FPG DPR, Adies Kadir, agar lebih fokus pada tugas-tugasnya dan menyelesaikan masalah-masalah internal fraksi, misalnya memulihkan status tenaga ahli fraksi, setelah mengalami pemecatan akibat dicurigai mendukung Bamsoet. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA