Kemenag: Kita Harus Kejar Ketertinggalan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 26 November 2019
share
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam atau PTKI Kementerian Agama Arskal Salim menyatakan kehadiran Universitas Islam Internasional di Indonesia sudah tepat.

"Sejalan dengan semangat untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga internasional, kehadiran UIII dirasakan tepat dan sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Arskal melalui keterangan resminya, Selasa (26/11/2019).

Dia menyontohkan Malaysia. Sejak tahun 1980-an, berdiri kampus-kampus internasional di negara jiran tersebut. Mahasiswa dari berbagai penjuru dunia datang ke sana.

"Kita harus mengejarnya agar sejajar dengan negara-negara lainnya," katanya, menegaskan.

Arskal menjelaskan dalam sejarah, Islam di Indonesia dikenal sebagai Islam pinggiran, tidak sepenuhnya Islam, tetapi agama yang bercampur baur dengan tradisi lokal. Sinkretisme. Dengan adanya UIII, dia berharap citra Indonesia di dunia internasional tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Dalam diskursus keilmuwan hingga saat ini Indonesia pun masih dipandang sebelah mata. Kajian tentang Islam berpusat pada Timur Tengah, lalu bergesar ke Timur sampai Indo-Pakistan. Indonesia dilewati begitu saja," katanya.

Dia menegaskan bahwa pandangan keliru itu tentu harus diubah. Saat ini Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkenalkan khazanah dan tradisi Islam Indonesia secara lebih baik ke dunia internasional.

"UIII berkewajiban memperkenalkan hal tersebut. Besar, bahkan terlalu besar, harapan masyarakat Indonesia terhadap UIII ini. Semoga kita dan semua orang yang terlibat dalam pengurusan UIII diberi kekuatan oleh Allah SWT," tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komaruddin Hidayat menyatakan bahwa kampus yang dia pimpin itu akan launching akhir tahun depan.

"Administrasinya di bawah Kemenag. Tapi kalau dari konten, kita melibatkan menlu, mereka juga memberikan visi kira-kira mahasiswa-mahasiswa negara mana saja yang jadi prioritas," kata Komaruddin. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA