Empat Faktor Penentu Jadi Ketum Golkar, Apa Saja?

IN
Oleh inilahcom
Minggu 01 Desember 2019
share
Pengamat Politik dari Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik dari Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menyebut ada empat faktor yang menentukan calon ketua umum partai Golkar saat Musyawarah Nasional (Munas) Desember 2019.

Faktor pertama, kata Ray, harus memiliki popularitas dan elektabilitas."Golkar biasanya tidak main-main ketika mencalonkan sebagai Ketum. Bukan yang muncul tiba-tiba. Relatif tokoh yang dikenal dan memiliki posisi," kata Ray dalam diskusi bertema 'Munas X Partai Golkar: Harapan dan Tantangan Partai Golkar Pada Munas 2019' di Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

Golkar merupakan partai politik besar di Indonesia. Apabila caketum tidak memiliki popularitas dan elektabilitas, maka akan menyulitkan Golkar untuk mengorbitkan Ketum sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden di pemilu 2024 mendatang.

Faktor kedua, lanjut Ray, kekuatan hubungan struktural. Dia mampu merangkul dan didukung pengurus DPD I (provinsi) dan DPD II (kabupaten/kota) yang memiliki suara.

Faktor ketiga yakni pendekatan personal sang calon. Menurutnya, politik Indonesia lebih banyak ditentukan pendekatan personal daripada struktur. Hubungan personal itu seperti keaktifan di berbagai organisasi, terlibat banyak dalam kegiatan sosial maupun politik serta jaringan aktivis.

"Ini malah lebih kuat menentukan. Hubungan personal ini menjadi kunci politik Indonesia, termasuk Golkar. Ini yang dipunyai Bamsoet dan tidak dimiliki Airlangga," jelasnya.

Faktor keempat adalah dukungan dari pemerintah. Kepada siapa pemerintah mendukung sangat menentukan siapa Ketum terpilih.

"Sejauh ini, presiden belum punya kecenderunga. Dukungan pemeritah biasa satu minggu sebelum Munas. Tapi bisa juga satu hari menjelang Munas. Ini nanti yang akan ditunggu," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA