DPR Apresiasi Erick, Tapi Jangan Kebablasan

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 10 Desember 2019
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Marwan Ja'far mengapresiasi langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersih-bersih di tubuh Garuda Indonesia. Sebab hal ini merupakan langkah positif selamatkan BUMN penerbangan itu.

Bersih-bersih di tubuh Garuda dilakukan oleh Erick menyusul terungkapnya kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson, dan dua sepeda mewah bermerek Brompton oleh Ari Askara saat menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (GIAA).

"Silahkan saja, karena ini baik menyangkut tentang pejabat publik yang tidak bisa dijadikan contoh," kata Marwan melalui sambungan telpon, Selasa (10/12/2019).

Namun begitu, dia menyarankan supaya Erick tak kebablasan. Erick, harus hati-hati dalam upaya bersih-bersih. Mengingat Garuda adalah perusahaan publik yang harus diselamatkan dari kehancuran. Setelah membongkar, Erick disarankan memperbaiki citra Garuda.

"Segera kembalikan reputasi Garuda, supaya nama baiknya baik. Perbaiki sektor keuangan. Karena sudah kena OJK, Bursa efek Indonesia terkait laporan (keungan) palsu itu," kata dia.

Kemudian, politikus PKB ini juga memberikan saran kepada Erick untuk tetap melakukan bersih-bersih di BUMN lain. Sebab, kata dia, masih banyak BUMN yang bermasalah dan tidak punya peforma yang baik.

"Terutama BUMN yang merugi, BUMN yang bermasalah atau BUMN yang kinerjanya tidak baik. Kurang lebih ada sekitar 42 BUMN yang kurang baik. Ini harus diperbaiki menteri BUMN. Supaya kinerjanya lebih efektif," kata dia.

Sebelumnya, Ari Askara diberhentikan dari Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Dia diberhentikan karena diduga melakukan tindakan penyelundupan Sepeda motor Harley Davidson tahun 1970 dan sepeda Brompton.

Perbuatan Ari disebut merugikan keuangan negara senilai Rp500 juta sampai Rp1,5 miliar karena tidak membayar pajak. Selain itu Ari, juga melakukan tindakan memasukan barang atau mengimpor barang bekas yang sejatinya tidak diperbolehkan dalam undang-undang.

Selain Ari tiga orang direksi juga ikut dicopot dari jabatannya. Mereka adalah yaitu Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar. Mereka diduga ikut terlibat kasus yang tengah menjerat Ari.

Sebelumnya, Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia sudah menerbitkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Garuda Indonesia tentang Pemberhentian Sementara Waktu Anggota-Anggota Direksi Garuda Indonesia.

Mengangkat Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas Direktur Operasi dan pelaksana tugas direktur Teknik dan Layanan, di samping melaksanakan tugasnya sebagai Plt. Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sampai dengan penetapan secara definitif oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Pikri Ilham Kurniansyah sebagai pelaksana tugas Direktur Human Capital dan pelaksana tugas Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha, di samping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Niaga sampai dengan penetapan secara definitif oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Pelaksana tugas tersebut telah menunjuk dan menetapkan pelaksana tugas harian untuk bertindak melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai bidang masing-masing, yaitu:

Tumpal Manumpak Hutapea sebagai Pejabat Direktur Operasi; Mukhtaris sebagai Pejabat Direktur Teknik dan Layanan; Joseph Dajoe K. Tendean sebagai Pejabat Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha; dan Arya Perwira Adileksana sebagai Pejabat Direktur Human Capital.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA