Apa IHSG Bisa Keluar dari Fase Konsolidasi Pendek?

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Kamis 12 Desember 2019
share
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi setelah mengapai target upper bollinger bands dan membentuk pola northern star. Potensi terkoreksi jangka pendek cukup terbuka dengan pelemahan menguji support Moving Average 50 hari.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, lanjar Nafie, indikator Stochastic dan RSI memberikan signal kejenuhan pada pembelian. "Sehingga diproyeksikan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan terkonsolidasi dengan potensi ke level 6.147 apabila break out support MA5 dengan support resistance 6.147-6.210," seperti mengutip dari hasil risetnya, Rabu (11/12/2019).

Saham-saham yang masih menarik secara teknikal di antaranya; SIDO, ICBP, BJBR, JRPT, DMAS, DILD, MAPI, ESSA.

IHSG pada penutupan Rabu kemarin berakhir cenderung turun 0,05% atau 3,41 poin ke level 6180,09 dengan saham-saham sektor aneka industri (-0,97%), pertanian (-0,86%) dan industri dasar (-0,69%) turun cukup signifikan.

Sentimen pengenaan tarif import pada biodisel Indonesia oleh Eropa dan pesimisme investor terhadap prospek sektor CPO masih menjadi katalis negatif. Indeks Pertambangan (+0,88%) dan Trading (+0,65%) naik tidak mampu menahan laju pelemahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan.

Pertambangan naik setelah adanya pergerak rebound dari komoditas tambang utama sejak perdagangan kemarin. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 110,18 miliar rupiah dengan saham BBCA, TLKM dan BBNI menjadi top net sell value.

Sementara investor bursa saham AS mencerna pesan hati-hati dari Federal Reserve, sambil terus memantau kemajuan pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks utama berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Rabu (11/12/2019).

The Dow Jones Industrial Average DJIA, + 0,11% naik 29,58 poin, 0,11%, Rabu, berakhir pada 27.911,30. Indeks S&P 500 SPX, + 0,29% ditutup 9,11 poin, 0,29%, lebih tinggi, pada 3,141,63. Nasdaq Composite Index COMP, + 0,44% naik 37,87 poin, 0,44%, menjadi 8.654,05.

Ketiga tolok ukur berakhir pada hari Selasa dalam 1%. Atau kurang dari rekor penutupan yang ditetapkan hampir dua minggu lalu pada 27 November, menurut Dow Jones Market Data.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA