Laba PT Sampoerna Agro Turun Jadi Rp16,4 Miliar

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Kamis 12 Desember 2019
share
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp16,40 miliar per 30 September 2019 dari laba Rp168,84 miliar di periode sama tahun 2018.

Pada periode ini perseroan mencatat penjualan yang turun menjadi Rp2,27 triliun dari Rp2,29 triliun. Sementara beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp1,87 triliun dari Rp1,68 triliun.

Dengan demikian laba bruto anjlok menjadi Rp393,76 miliar dari laba bruto Rp601,58 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (12/12/2019).

Laba usaha turun menjadi Rp202,46 miliar dari laba usaha Rp379,91 miliar. Biaya keuangan tercatat naik menjadi Rp186,37 miliar dari Rp156,05 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp28,21 miliar dari laba sebelum pajak sebelumnya Rp228,18 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp9,37 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp9,02 triliun hingga periode 31 Desember 2018.

Sampoerna Agro Tbk (SGRO) didirikan 07 Juni 1993 dengan nama PT Selapan Jaya dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Nopember 1998.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sampoerna Agro Tbk, antara lain: Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd (67,05%) dan PT Union Sampoerna (5,73%). Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. merupakan induk usaha SGRO, sedangkan induk usaha terakhir adalah Xian Investment Holding Ltd. Saham publik sebesar 24,6%.

Ruang lingkup kegiatan SGRO adalah bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan karet, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik minyak inti sawit, produksi benih kelapa sawit, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (sagu dan memproduksi tepung sagu dengan merek Prima Starch) dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Riau. Di samping mengelola perkebunannya sendiri, Sampoerna Agro dan anak usaha tertentu juga mengembangkan perkebunan Plasma dan membina kerjasama dengan petani Plasma.

Pada tanggal 07 Juni 2007, SGRO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SGRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 461.350.000 dengan nilai nominal Rp200,- per saham dengan harga penawaran Rp2.340,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 Juni 2007.

Saham SGRO sore ini berakhir di Rp2.450 dari pembukaan di Rp2.460 per saham.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA