Korupsi Alkes

Dirut PT CPC Divonis 1,4 Tahun Penjara

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Jumat 13 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang (CPC) Freddy Lumban Tobing dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Freddy Lumban Tobing terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah terkait pengaturan dalam proses pengadaan Reagen dan Konsumable Penanganan Virus Flu Burung dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN Perubahan Tahun Anggaran 2007 pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan (kini Kementerian Kesehatan).

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Freddy Lumban Tobing terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat membaca amar putusan, Kamis (12/12/2019)

Perbuatan Freddy bertujuan agar PT Kimia Farma Trading Distribution (KFTD) yang sebelumnya telah sepakat menyerahkan pelaksanaan pekerjaan kepada PT CPC untuk ditetapkan menjadi penyedia barang dan jasa.

Perbuatan tersebut telah memperkaya Freddy melalui PT CPC sebesar Rp10.861.961.060 dan memperkaya PT KFTD sejumlah Rp1.469.509.849. Akibatnya negara mengalami kerugian sebesar Rp12.331.470.909.

Majelis memastikan, perbuatan Freddy terbukti dilakukan secara bersama-sama dengan tiga pihak dan berlanjut dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada kepadanya.

Pertama, terpidana Ratna Dewi Umar selaku Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kedua, Siti Fadillah Supari (terpidana) selaku Menteri Kesehatan. Ketiga, Tatat Rahmita Utami selaku Direktur Trading PT Kimia Farma Trading Distribution (KFTD).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA