PT Garuda Kaji Semua Keputusan Mutasi Karyawan

IN
Oleh inilahcom
Jumat 13 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan mengembalian karyawan yang dimutasi atas dasar pertimbangan pribadi atau sentimen di era manajemen lama yang dipimpin Ari Askhara selaku direktur utama.

Hal itu dilakukan dengan meninjau ulang keputusan rotasi terhadap beberapa karyawan. Pascapencopotan Dirut Ari Askhara masalah mutasi yang tak sesuai prosedur itu karena faktor dislike.

"Sejumlah mutasi maupun rotasi karyawan yang tidak memenuhi ketentuan kami tinjau ulang dan kami kembalikan sesuai kebutuhan perusahaan," kata Direktur Human Capital Aryaperwira Adileksana dalam keterangannya yang dikutip Jumat (13/12/2019).

Adel, anggota Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) juga sempat mengeluhkan kebijakan soal mutasi. Ia salah satu dari 250 awak kabin yang dimutasi perusahaan. "Ini tanpa prosedur dan sebab yang jelas. Saya berusaha memperjelas, tapi lama dan tidak ada kepastian dari perusahaan sampai saat ini di bawah Ari Askhara."

Sebelumnya, Sekretaris Ikagi, Jacqueline Tuwanakotta juga mengeluhkan kebijakan di era manajemen lama. Salah satunya pengurangan jam istirahat melalui perubahan kebijakan jam terbang awak kabin pada penerbangan luar negeri. Menurut dia, ada beberapa jenis penerbangan yang seharusnya memberikan waktu menginap bagi awak kabin karena jam terbang cukup lama.

Namun, kebijakan tersebut diubah sehingga awak harus menjalankan tugas secara pulang pergi. Jacqueline mencontohkan, schedule Sydney-Jakarta-Sydney, seharusnya tiga hari, tapi jadi PP. Jadi, tidak ada waktu istirahat karena awak diwajibkan pulang lagi, meski sudah terbang dalam jangka lama. Dampaknya ada yang kelelahan, dan sakit, karena kurang istirahat.

"Itu beri dampak yang kurang bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang di-opname," katanya.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Direktur Operasi Capt, Tumpal Manumpak Hutapea berjanji akan mengembalikan fasilitas awak kabin yang hilang di era direktur utama Ari Askhara. Fasilitas yang dimaksud, penginapan untuk penerbangan jarak jauh.

Kebijakan itu ditempuh demi menjaga kesehatan awak kabin. Dengan demikian, kualitas awak kabin dalam melayani penumpang diharapkan meningkat.

"Untuk awak kabin yang harus terbang pulang dan pergi akan kami kembalikan lagi menginap di stasiun di luar negeri. Ini untuk menjaga keamanan penerbangan ke depan," ujar Tumpal.

Perubahan kebijakan ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam restrukturisasi rute penerbangan. Ini respon manajemen Garuda atas berbagai keluhan yang mengemuka setelah Dirut Ari Askhara diberhentikan. Seperti diberitakan, ada yang dimutasi dari luar negeri, dan ditempatkan di Jakarta sebagai karyawan biasa, tanpa alasan jelas.

Saat ini, Menteri BUMN Erick Thohir sudah mencopot Dirut Ari Askhara, dan empat anggota direksi lainnya, karena diduga terlibat dalam penyelundupan motor Harley Davidson klasik, dan dua sepeda Brompton. Barang itu diselundupkan dalam bentuk terurai, dan dilaporkan sebagai suku cadang, melalui kedatangan pesawat Garuda Indonesia GA9721 jenis Airbus A330-900.

Pesawat baru itu terbang dari Prancis ke Indonesia. Barang-barang itu masuk ke Indonesia tanpa prosedur kepabeanan dan mendarat di kawasan Pusat Logistik Berikat (PLB), Garuda Maintenance Facilities, Bandara Soekarno Hatta Jakarta, di Tangerang, Banten.

Bagusnya, pihak Bea Cukai, Kementerian Keuangan melakukan pemeriksaan. Akhirnya, penyelundupan motor klasik, dan sepeda bermerek yang melibatkan jajaran Direksi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu, dibongkar. Pelengseran para direksi itu secara resmi akan ditetapkan dalam RUPSLB. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA