Konservatif Menang Pemilu, Inggris Keluar dari UE

IN
Oleh inilahcom
Jumat 13 Desember 2019
share
(Foto: BBC)

INILAHCOM, London-- Boris Johnson akan kembali ke Downing Street setelah Partai Konservatif menyingkirkan Partai Buruh di jantunh tradisionalnya dalam Pemilu Inggris, lapor BBC, Jumat (13/12/2019).

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kemenangan ini akan memberinya mandat untuk "menyelesaikan Brexit" dan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) pada bulan depan.

Sementara, pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan kekalahan ini merupakan "malam yang sangat mengecewakan" dan dia tidak akan bertarung dalam pemilihan mendatang.

Kekalahan Partai Buruh ini merupakan yang terburuk semenjak tahun 1935.

Perkiraan BBC menunjukkan Partai Konservatif akan mendapatkan 364 kursi di parlemen, Partai Buruh 203 kursi, SNP 48 kursi, Liberal Demokrat 12 kursi, sementara Partai Brexit tidak mendapatkan kursi sama-sekali.

Boris Johnson mengatakan dia akan bekerja "siang dan malam" untuk membayar kepercayaan pemilih setelah dia memimpin Konservatif untuk kemenangan pemilihan "bersejarah".

Partai Konservatif akan mendapatkan kursi mayoritas terbesar di Westminster sejak kemenangan Margaret Thatcher dalam pemilu 1987.

Ketika Johnson pertama kali pindah ke Downing Street pada Juli, setelah menggantikan Theresa May sebagai pemimpin partai Konservatif, kritikus menunjukkan hanya 160.000 anggota partai yang memilihnya untuk posisi itu.

Tetapi ketika perolehan suara diumumkan tadi pagi, Partai Konservatif memenangkan mayoritas terbesar mereka di Westminster sejak tahun 1987.

Dalam pidato kemenangan, Johnson mengatakan kepada para aktivis "kami berhasil" dan itu adalah "fajar baru" bagi negara itu - komentar-komentar menggema yang dibuat Tony Blair ketika ia memenangkan kekuasaan pada tahun 1997.

Berbicara di London, Johnson mengatakan kemenangan ini adalah mandat untuk membawa Inggris keluar dari UE bulan depan.

"Kami akan menyelesaikan Brexit tepat waktu pada 31 Januari, tidak ada kalau, tidak ada tapi, tidak ada mungkin."

Johnson juga mengatakan: "Tampaknya pemerintah Konservatif Satu Bangsa ini telah diberi mandat baru yang kuat untuk menyelesaikan Brexit."

Boris Johnson mengatakan kemenangan ini telah "menghancurkan hambatan" di Parlemen atas Brexit dan mengakhiri "ancaman sengsara" dari referendum lain di Eropa. [bbc/lat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA