Mantan Wamen ESDM Masuk Bursa Calon Petinggi PGN

IN
Oleh inilahcom
Senin 16 Desember 2019
share
Arcandra Tahar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Nama mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masuk bursa calon petinggi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan Arcandra satu-satunya mantan menteri, atau wakil menteri yang dicalonkan sebagai petinggi PGN.

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, saat ini pemerintah belum memutuskan posisi pasti Arcandra. Bisa di dewan komisaris, atau direksi BUMN gas itu. "Masuk bursa pencalonan di PGN. Tetapi, belum tahu direksi atau komisaris," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu

Satu hal penentuan posisi direksi dan komisaris PGN terbilang masih lama. Akan ada evaluasi terhadap calon petinggi PGN. Mengacu pada keterbukaan informasi seperti dikutip Minggu (15/12/2019) dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), PGN akan melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 21 Januari 2020. Informasi ini sesuai yang disampaikan perusahaan dalam iklan di surat kabar, 6 Desember 2019.

Seperti diketahui kemunculan Arcandra Tahar menimbulkan kehebohan tersendiri pada era pemerintahan pertama Presiden Joko Widodo (2014-2019). Presiden Petroneering, Houston (2013-2016) itu ditunjuk menggantikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said (27 Oktober 2014 27 Juli 2016). Di era SS inilah pemerintah berhasil membubarkan Petral.

Penunjukannya sebagai pengganti Sudirman Said itu, sempat bikin gaduh negeri ini. Itu berkaitan dengan info yang menyebutkan Arcandra berdwi kewarganegaraan. Hanya dalam 20 hari kemudian Presiden Jokowi memberhentikannya karena terbukti sebagai warga Amerika Serikat. Tamatan ITB Teknik Mesin (1989-1994) itu diketahui memiliki paspor AS.

Arcandra memastikan tetap warga negara Republik Indonesia. Paspor negeri Paman Sam-nya dibatalkan. Berdasarkan proses hukum, pemerintah memutuskan Arcandra berstatus warga negara Indonesia. Dua bulan meninggalkan jabatan menteri, pria kelahiran Padang, 10 Oktober 1970 itu dipanggil kembali masuk kabinet. Tetapi, kali ini sebagai wakil menteri mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan.

"Ini keputusan terbaik yang diambil Bapak Presiden. Saya siap mengabdi di manapun dan kapanpun," kata Arcandra Tahar usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Pemerintah rupanya tetap ingin memanfaatkan kemampuan Arcandra di bidang energi. Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System (2007-2009) ini, malang melintang bekerja di berbagai perusahaan migas di Negeri Paman Sam.

Principal Horton Wison Deepwater (2009-2013) itu, diketahui ahli dalam kilang lepas pantai atau offshore. Profesional di bidang migas dengan kurang lebih 6 hak paten, di antaranya teknologi floating platform di Amerika itu, berpengalaman belasan tahun di bidang hidrodinamika dan offshore.

Lepas dari posisi Wamen ESDM (14 Oktober 2016 Oktober 2019), Kementerian BUMN mengincarnya untuk menjadi pimpinan PGN. Seperti apa kepastiannya, baiklah kita tunggu hasil evaluasi Tim Penilai Akhir, yang akan menjadi tiket lolos tidaknya Arcandra Tahar untuk menjalaninya. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA