Sandi Minta CEO Jadikan 2020 Tahun Peluang Ekonomi

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 17 Desember 2019
share
Pengusaha muda yang juga mantan cawapres 2019, Sandiaga Uno - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha muda yang juga mantan cawapres 2019, Sandiaga Uno berharap para pemimpin perusahaan bisa melihat peluang lebih detil mengenai potensi bisnis di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global.

"Saya yakin ekonomi Indonesia penuh dengan peluang. Karena apa, ini eranya milenial. Mereka mendominasi populasi kita dalam hal apapun," kata Sandiaga dalam acara Most Admired CEO 2019 yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Menurut Bang Sandi, sapaan akrabnya, apabila para pemimpin perusahaan bisa melihat peluang tersebut, maka bisa dipastikan perusahan akan maju. Hal itu tentunya akan berdampak pada perekonomian Indonesia. "Saya yakin para senior di sini (CEO/pemimpin Perusahaan) bisa mengkalkulasi ulang peran milenial di organisasi mereka masing-masing. Tentunya kita harus kenali siapa milenial tersebut," kata pengusaha muda yang berjuluk Papa Online ini.

Menurut dia, para pemimpin perusahaan tidak perlu larut mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah 5%. Kata Sandi, mustinya para pemimpin perusahaan bersatu dan bangkit memajukan ekonomi Indonesia. "Indonesia tumbuh lima persen, tetapi kalau Indonesia terpecah belah, kita belum tentu bisa bersaing. Kita harus bergandengan tangan melihat bahwa peluang ini harus digunakan untuk konsolidasi," kata pencetus gerakan pengembangan UMKM (OK-OCE) ini.

Kemudian, pemimpin perusahaan juga harus melihat peluang usaha UMKM. Bukan malah memberangus atau menahan pertumbuhan UMKM. Sebab, sejarah pernah mencatat bila UMKM pernah menjadi penyelamat. "Tahun 1998 tulang punggung ekonomi kita adalah UMKM. Tetapi kebijakannya banyak berpihak ke perusahaan besar. Kesempatan sekarang kita gunakan untuk menghargai Dan apresiasi UMKM. Bangsa kesulitan bangkit banyak bergantung pada UMKM," kata dia.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan berdasar. Sebab, hal ini pernah dirasakan atau bahkan dilakukan oleh dirinya. "Saya lahir sebagai pengusaha di saat resesi tahun 97 dan 98 dan justru bisa mendapatkan satu peluang emas di saat ada konsolidasi pelambatan ekonomi selama kita mampu utnuk berpikir positif dan optimis akan masa depan," kata dia.

Dengan demikian, diharapkan para pemimpin perusahaan bisa melihat peluang emas meski ditengah ketidakpastian ekonomi global yang akan berdampak terhadap Indonesia. Sebab dia optimis dengan beragamnya Indonesia bisa melewati masa ini. "Saya yakin dengan kemampuan menangkap peluang di saat konsolidasi, terus berinovasi, kita akan bisa menggerakkan ekonomi kita terutama di akar rumput terutama peluang Kerja," kata dia.

59 CEO Unggulan Sementara, CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan mengatakan, gelaran Most Admired CEO 2019 merupakan yang ke-11. Acara ini merupakan apresiasi dalam wujud penghargaan terhadap CEO perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan citra sebagai CEO Idaman terbaik pilihan karyawan dan pembaca Warta Ekonomi.

"Penghargaan diberikan kepada CEO perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan citra sebagai CEO Idaman terbaik. Yakni CEO yang diakui masyarakat karena telah teruji, memiliki reputasi, visi dan inovasi, dan berhasil membawa perusahaan yang dipimpinnya tumbuh dan berkembang," paparnya.

Dalam proses penilaian, tim riset Warta Ekonomi menggunakan riset kuantitatif dengan metode kuesioner online terhadap 1.500 responden dalam kurun akhir Oktober-November 2019 untuk menjaring persepsi responden mengenai CEO-CEO yang diidam-idamkan responden.

"Jumlah responden tersebar di berbagai kota dan merupakan karyawan tetap dengan jabatan manager, general manager, maupun direktur yang telah bekerja minimal tiga tahun pada perusahaan swasta nasional, perusahaan BUMN, ataupun perusahaan asing," ungkapnya.

Dari hasil penilaian tim riset, lanjutnya, diperoleh 59 CEO perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Sejumlah nama yang mengemuka adalah Ahmad Baiquni (BNI), Vishal Tulsian (Bank Amar), Wendy Yap (Nippon Indosari Corpindo), Hemant Bakshi (Unilever), Nicke Widyawati (Pertamina), Faik Fahmi (Angkasa Pura I), Tumiyana (Wijaya Karya), Santosa (Astra Agro), Anthoni Salim (Indofood), Warih Andang Tjahjono (Toyota). [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA