Pajak Gagal Utang Numpuk, Sri Mulyani Bertahan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 19 Desember 2019
share
Menkeu Sri Mulyani - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonomi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo menyindir jebloknya capaian pajak tahun ini. Diprediksikan setoran pajak gagal mencapai target pajak sesuai APBN 2019 sebesar Rp1.577 triliun.

Kegagalan ini, lanjut mantan vokalis Komisi XI DPR ini, seharusnya ada yang bertanggung jawab. Arahnya jelas, siapa lagi kalau bukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku bos Direktorat Jenderal Pajak. "Tim ekonomi pemerintah terbukti gagal. Realisasi penerimaan pajak gagal penuhi target. Ini sudah terjadi berulang-ulang," kata Drajad di Jakarta, Rabu (18/12/2019)

Masih kata Dradjad, kegagalan mengoleksi pajak berdampak kepada jebolnya anggaran alias defisit. Celakanya, solusi yang ditempuh tim ekonomi di era Jokowi, tidak cukup inovatif. Ya, lantaran tim ekonomi memilih menambah porsi utang luar negeri demi menambal defisit.

"Dengan adanya penerimaan pajak yang kurang Rp441 triliun, pemerintah melakukan lobi-lobi dengan negara lain dengan maksud meminjam uang untuk menutupi kekurangan," ungkap Dradjad.

"Akibatnya, pemerintah semakin menumpuk utang untuk membiayai pembangunan. Bukan hanya utang APBN, tapi utang BUMN tertentu juga naik cukup tinggi," jelasnya.

Dradjad mengaku heran, Sri Mulyani memilih untuk bertahan di kursinya. Padahal, kegagalan meraih pajak, ditambah solusi utang seharusnya menjadi evaluasi bagi presiden.

"Bahasa mudahnya, 'gagal nyari duit cukup utang digedein'. Saya heran sekali, kenapa Presiden Jokowi tetap mempertahankan anggota kabinet yang terbukti gagal seperti itu," tandasnya.

Informasi saja, Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo menyampaikan penerimaan pajak hingga 10 Desember 2019, mencapai Rp1.136 triliun. Masih di bawah target Rp1.577 triliun. Sementara utang negara hingga Oktober 2019, berada di kisaran Rp5.700 triliun.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA