Kasus Jiwasraya Potensi Berujung BUMN 'Hancur'

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 Desember 2019
share
Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu mengatakan, pelik persoalan PT Jiwasraya yang terungkap dalam beberapa waktu terakhir berpotensi buruk terhadap eksistensi BUMN kedepan.

Mengingat itu, menambah daftar persoalan melibatkan direksi BUMN. Bahkan, ada yang samapai berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam beberapa waktu belakangan ini.


"Kejadian Garuda, Jiwasraya, dan ditangkapnya bbrp Direksi BUMN oleh
@KPK_RI adalah hal yg saya khawatirkan terjadi jika BUMN sudah dijadikan alat politik penguasa lewat intervensi. Maka ujung2nya adalah BUMN yg akan hancur," cuit akun Twitter @msaid_didu, dikutip Sabtu (21/12/2019).

Said Didu juga memprediksi persoalan PT Jiwasraya bakal berlangsung secara kontinyu. Untuk itu, dia mendorong DPR RI membentuk pansus untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Mengingat kemungkinan masalah Jiwasraya "kompleks" dan kemungkinan mengalir jauh sebaiknya @DPR_RI membuat pansus utk membuka semua masalah ini," tulis dia.


Seperti diketahui, Kejagung menekankan adanya tindakan korupsi di perusahaan BUMN PT Jiwasraya. Diperkirakan kerugian negara akibat perbuatan rasuah itu hingga Rp 13,7 triliun.

"Sebagai akibat transaksi tersebut, PT asuransi Jiwasraya (Persero) sampai Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun. Hal ini merupakan perkiraan awal. Jadi Rp 13,7 triliun hanya perkiraan awal dan diduga ini akan lebih dari itu," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam jumpa pers Rabu (18/12/2019) lalu. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA