AS Bentuk Pasukan Militer Ruang Angkasa

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 Desember 2019
share
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Washington DC--Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, resmi mendanai pembentukan pasukan pertahanan terbaru yang fokus pada peperangan di ruang angkasa: Angkatan Ruang Angkasa AS.

Sayap militer terbaru AS dalam 70 tahun terakhir itu berada di bawah komando Angkatan Udara.

Di sebuah pangkalan militer dekat Washington DC, Trump menggambarkan ruang angkasa sebagai "wilayah perang terbaru di dunia".

"Di tengah ancaman besar terhadap keamanan nasional kita, superioritas Amerika di ruang angkasa sangatlah vital," katanya.

"Kita memimpin (bidang itu), tapi kepemimpinan kita belumlah cukup, dalam waktu dekat kita akan berada jauh di depan."

"Angkatan Ruang Angkasa akan membantu kita mencegah serangan dan mengendalikan medan tertinggi," ia menambahkan.

Alokasi anggaran tahunan Angkatan Ruang Angkasa sebesar US$738 miliar (Rp10.303 triliun).

Peluncuran Angkatan Ruang Angkasa sendiri mendapat pendanaan awal sebesar US$40 juta (Rp558 miliar) untuk tahun pertamanya.

Apa yang sebenarnya akan dilakukan Angkatan Ruang Angkasa? Yang jelas bukan untuk menempatkan tentara di orbit Bumi, melainkan untuk melindungi aset-aset AS--seperti ratusan satelit yang digunakan untuk fungsi komunikasi dan pengawasan.

Pasukan militer baru itu dibentuk setelah para petinggi militer AS melihat China dan Rusia yang terus mengembangkan kekuatan militer mereka di wilayah ruang angkasa.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, sebelumnya mengatakan bahwa China dan Rusia memiliki laser udara dan rudal anti-satelit yang perlu AS tangkal.

Angkatan Ruang Angkasa akan dibentuk dari lembaga yang sudah ada sebelumnya, yang bernama Komando Ruang Angkasa AS (SpaceCom), yang diciptakan bulan Agustus lalu untuk menangani operasi ruang angkasa militer AS.

Sekretaris Angkatan Udara Barbara Barrett mengatakan bahwa Angkatan Ruang Angkasa akan terdiri dari 16.000 anggota AU dan sipil.

Angkatan itu akan dipimpin oleh Jenderal Angkatan Udara Jay Raymond, yang saat ini juga mengelola SpaceCom. [bbc/lat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA