Kurir MH Simpan 51,8 Gr Putau di Gudang Rumah Ibra

HK
Oleh Happy Karundeng
Selasa 24 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Raden Bagoes Wibisono mengatakan pihakhya berhasil menemukan barang bukti baru berupa 51,8 gram Putau di rumah artis Ibra Azhari dari keterangan tersangka kurir MH.

"Dari hasil introgasi tsk MH bahwa dia masih menyimpan barang bukti putau di rumah tersangka IA, untuk itu langsung kita kembangkan," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (24/12/2019).

Atas informasi dari tersangka kurir MH, tim yang dipimpin Kanit 4 Subdit II, Kompol Yoserizal Anthony Ferdinand langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti sabu dan putau di gudang rumah Ibra.

"Tim langsung lakukan penggeledahan dan ditemukan BB diduga Putau dan Sabu di gudang rumah tempat IA sempat bersembunyi, sebelum ditangkap karena mendengkur," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Raden Bagoes Wibisono mengatakan pihaknya menemukan barang bukti narkoba baru di rumah artis Ibra Azhari.

"Ya betul. Setelah dikembangkan ada ditemukan barbuk baru di rumah tersangka IA," katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Rabu (24/12/2019).

Ia menyatakan barang bukti yang ditemukan adalah satu klip berisi bubuk berwarna cokelat dan satu klip bubuk warna putih.

"Jadi BB yang ditemukan adalah satu plastik klip berisi serbuk coklat diduga narkotika jenis putau, satu plastik klip kecil berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu, dua timbangan cangklong dan bong," jelasnya.

Diketahui, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, penangkapan artis peran Ibra Azhari berawal dari penangkapan seorang kurir narkoba berinisial MH dan IS.

"Melalui ponsel IS, diketahui ada wanita berinisial MH yang akan mengantar barang bukti sabu ke publik figur berinisial IB (Ibra Azhari)," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Selain Ibra, polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya yakni UW, JT, dan H. Total terdapat enam tersangka dari kasus itu.

"Semuanya positif narkoba, sementara masih didalami perannya (seluruh tersangka)," ujar Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 112 dan atau Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA