PT Siantar Top Incar Penjualan Tumbuh 20% di 2020

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Rabu 25 Desember 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Siantar Top Tbk (STTP) memproyeksikan pertumbuhan penjualan ekspor bisa mencapai 15-20 persen. Perseroan telah mengupayakan pertumbuhan penjualan tahun 2019 ini mencapai 23 persen.

Untuk penjualan tahun ini, perseroan mengandalkan produk crakers yang mendominasi hingga 36%, produk biskuit dan wafer mencapai 25%, untuk produk mie sebesar 27 persen dan produk lain sebesar 12%. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, awal pekan ini.

Saat ini, perseroan telah memperluas area penjualan produk di seluruh nusantara dengan memasarkan 70 brand. Penjualan dengan menggandeng mitra lokal yang tersebar di 180 titk. Mitra lokal tersebut diutamakan yang menguasai wilayah melalui suatu kerja sama.

Sementara pasar ekspor sudah membuka jaringan baru di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Australia. Untuk kontribusi penjualan ekspor sebesar 10 persen.

PT Siantar Top Tbk (STTP) didirikan tanggal 12 Mei 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1989.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Siantar Top Tbk adalah PT Shindo Tiara Tunggal, dengan persentase kepemilikan sebesar 56,76%. Saham publik sebesar 39,9%.

Ruang lingkup kegiatan Siantar Top terutama bergerak dalam bidang industri makanan ringan, yaitu mie (snack noodle, antara lain: Soba, Spix Mie Goreng, Mie Gemes, Boyki, Tamiku, Wilco, Fajar, dll), kerupuk (crackers, seperti French Fries 2000, Twistko, Leanet, Opotato, dll), biskuit dan wafer (Goriorio, Gopotato, Go Malkist, Brio Gopotato, Go Choco Star, Wafer Stick, Superman, Goriorio Magic, Goriorio Otamtam, dll), dan kembang gula (candy dengan berbagai macam rasa seperti: DR. Milk, Gaul, Mango, Era Cool, dll). Selain itu, STTP juga menjalankan usaha percetakan melalui anak usaha (PT Siantar Megah Jaya).

Pada tanggal 25 Nopember 1996, STTP memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham STTP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dan harga penawaran Rp2.200 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Desember 1996.

Saham STTP saat ini berada di Rp4.500 per saham.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA