PT Garuda Siapkan Opsi Bayar Utang Jelang RUPSLB

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 Desember 2019
share
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memiliki utang sebesar US$900 juta atau Rp12,6 triliun. Bahkan ada utang jatuh tempo dari sukuk global US$500 juta tahun depan yang diterbitkan pada 2015.

Dalam keterbukaan informasi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyiapkan tiga opsi pendanaan. Pertama, Garuda Indonesia berencana merilis global sukuk dengan nilai US$750 juta yang dijadwalkan jatuh tempo pada 2024.

BUMN penerbangan itu akan membayarkan kupon kepada investor tiap enam bulan sekali. Tingkat bunga kupon masih dalam proses negosiasi.

Kedua, perusahaan berencana mencari pendanaan lewat private placement obligasi senilai US$750 juta. Instrumen ini akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada 2024. Ketiga, Garuda Indonesia akan menggunakan skema peer to peer lending dengan nilai US$500 juta. Perusahaan akan membayar bunga setiap tiga bulan sekali.

Manajemen penerbangan negara itu akan meminta restu pemegang saham dalam merealisasikan rencananya mencari pendanaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 22 Januari 2020.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, perusahaan memiliki utang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar USD1,63 juta. Sedangkan utang jatuh tempo di atas satu tahun senilai USD77 juta.

Dalam laporannya manajemen memastikan penghimpunan dana akan memperpanjang profil jatuh tempo utang perusahaan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal menyebut perusahaan akan menerbitkan obligasi global (global bond) pada kuartal I 2020. Perolehan dana dari aksi korporasi itu rencananya untuk membayar utang jatuh tempo perusahaan.

"Nilai obligasi yang akan diterbitkan tidak boleh ngomong, size belum tahu berapa. Kisaran belum bisa ngomong karena ada beberapa alternatif. Mungkin akhir tahun ini baru kelihatan struktur seperti apa," ungkap Fuad. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA