Ini Cara KESDM Amankan Pasokan Energi Saat Nataru

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Jumat 27 Desember 2019
share
Menteri ESDM Arifin Tasrif - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjaga pasokan energi untuk H-7 sampai dengan H+7 selama momentum liburan Natal 2019 dan tahun Baru.

Langkah tersebut salah satunya dengan upaya pengamanan pasokan listrik ditempuh dengan meningkatkan kesiagaan dan kemanaan semua aset jaringan pembangkit di unit-unit, tidak melakukan perkerjaan/pemeliharaan pada H-7 sampai dengan H+7 kecuali disebabkan adanya gangguan.

Dari hasil pantauan khusus Menteri ESDM Arifin Tasrif terhadap kondisi listrik, BBM, LPG dan kegeologian, antisipasi yang dilakukan oleh tim Posko Nasional Sektor ESDM jajaran PLN, PGN, Pertamina bisa kerja sama, saling mengisi, saling memberikan informasi dan berkoordinasi.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan kepastian pasokan energi yang handal dan aman tak lepas dari langkah konkret yang diambil Pemerintah, salah satunya dengan kehadiran Posko Nasional Sektor ESDM.

"Kehadiran Posko Sektor ESDM sangat membantu melakukan kontrol layanan akses energi yang harus ditingkatkan," tegas Agung seperti mengutip dari esdm.go.id.

Pemerintah terus meningkatkan koordinasi operasi antara unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi. Pemerintah juga Menetapkan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pasokan listrik,? menyiapkan dan menyiagakan personil siaga pengamanan pasokan listrik 24 jam di masing-masing unit operasional.

Apabila terjadi gangguan yang mengakitbatkan kondisi defisit daya akan segera diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minim. "Kami akan memanfaatkan Captive Power untuk sistem listrik dengan status siaga," ungkap Agung.

Kondisi sehari menjelang perayaan Natal 2019 (H-1), kondisi listrik pengusahaan milik PLN dilaporkan aman dengan daya mampu pasok sebesar 43.600,15 MW, beban puncak 34.656,53 MW dan cadangan sistem sebesar 8.943,62 MW.

Sementara untuk kondisi listrik pengusahaan Non-PLN, 11 dari 27 pemegang wilayah usaha memiliki beban puncak sebesar 1.542,14 MW, daya mampu pasok 2.438,47 MW dan cadangan sistem 896,53 MW.

Sementara untuk penyediaan pasokan BBM dan LPG, Pemerintah memfokuskan monitoring pasokan dan pendistribusian serta koordinasi dengan instansi lain terkait keamanan dan kelancaran penyaluran.

Kondisi penyaluran BBM, sehari menjelang perayaan (H-1) Natal 2019 jenis gasoline mengalami penurunan sebesar 30,45% dari hari normal, seperti bensin RON 88 turun 26,51%, bensin RON 90 turun 14,04%, bensin RON 92 turun 57,36% dan bensin RON 95 turun 37,99%.

Untuk jenis gasoil dimana mengalami kenaikan sebesar 7,12%, meliputi solar CN 48 naik 8,18%, solar CN 51 turun 32,05% dan solar CN 53 turun 14,95%.

Sementara untuk realisasi penjualan LPG ke rumah tangga Public Service Obligation (PSO) dan Non - PSO dari depot ke Stasiun Pengisian dan (Pengangkutan) Bulk Elpiji/SP(P)BE sebesar 25.780 metrik ton dan 25.580 dari SP(P)BE ke agen LPG.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA