Anak Usaha Barito Jual Beli Tanah Senilai Rp1,1 3T

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Rabu 01 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Barto Pacific Tbk (BRPT) menjelaskan dua anak usahanya melakukan transaksi jual beli sebidang tanah untuk proyek pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10 di Kelurahan Lebak Gede, Kota Cilegon, Banten.

Tanah untuk proyek tersebut seluas 62 hektar didekat komplek Suralaya merupakan milik PT Barito Wahana Lestari (BWL). Sementara pembeli tanah tersebut adalah PT Indo Raya Tenaga (IRT). Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (31/12/2019).

PT BWL dan PT IRT pada 27 Desember 2019 telah sepakat melalui Akta perjanjian pengikatan Jual Beli dengan pembayaran lunas (PPJB Lunas) untuk tanah di Kecamatan Pulo Merak, Lebak Gede, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

PT BWL merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan 99,98% bersama dengan PT TAIWI yang memiliki saham 0,02%. Untuk PT IRT dengan para pemegang saham antara lain PT Putra Suralaya Indotenaga sebesar 51% dan PT Barito Wahana Tenaga (BWT) sebesar 49%. Sementara PT BWL merupakan pemegang 99,6% saham PT BWT sehingga transaksi ini merupakan transaksi afiliasi.

Selain kepemilikan afiliasi berasal dari kesamaan pengurus dengan Prajogo Pangestu menjadi komut di PT IRT. Sedangkan Andry Setiawan sebagai direktur di PT IRT dan menjadi dirut di PT BWL. Bahkan menjadi komisaris di PT BWT. Sedangkan Peter Wijaya menjadi direktur di PT BWL dan PT IRT juga menjadi dirut di PT BWT.

Untuk transaksi ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham PT BWL dan PT IRT. Nilai transaksi ini mencapai Rp1,133 triliun.

PT Barito Pacific Tbk (dahulu PT Barito Pacific Timber Tbk) (BRPT) didirikan 04 April 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimatan dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Barito Pacific Tbk, yaitu: Prajogo Pangestu, dengan persentase kepemilikan sebesar 71,16%. Saham publik sebesar 26,6%.

Kegiatan bisnis BRPT bergerak dalam bidang kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan dan transportasi. Saat ini, BRPT dan anak usahanya berusaha di bidang kehutanan, petrokimia, properti, perkebunan dan sedang mengembangkan sejumlah lini usaha tambang dan energi ke dalam sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi.

Produk-produk dan jasa yang dihasilkan anak usaha Barito Pacific meliputi bahan baku industri plastik di sektor hilir (etilena, propilena, py-gas, serta mixed C4), komoditas perkebunan (kelapa sawit, serta produk turunannya), kayu olahan (particle board), penyewaan gedung (perkantoran dan perhotelan), dan lain sebagainya.

Barito Pacific memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Pada tanggal 11 Agustus 1993, BRPT memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 85.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp7.200 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 01 Oktober 1993.

Saham BRPT saat ini berada di Rp1.510 per saham

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA