Kata Komis III Soal Catatan Akhir Tahun Polri

IN
Oleh inilahcom
Rabu 01 Januari 2020
share
Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI Sahroni

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI Sahroni, mengatakan sesuai paparan laporan akhir tahun polri, pekan lalu. Diyakini ke depan kinerja Polri secara bertahap mulai dirasakan masyarakat.


Bahkan, kata Sahroni, polri telah melakukan penindakan terhadap 1.287 personel kepolisian yang tercatat melakukan pelanggaran kode etik profesi sepanjang 2019, meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya (2018), yakni 1.203 pelanggaran.

"Saya pribadi memaknai data ini sebagai gambaran keseriusan polri membenahi perilaku-perilaku jajaranya yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. Artinya pengawasan benar-benar dilakukan terhadap oknum-oknum yang bandel dengan imbalan sanksi yang terukur dan proporsional," kata Sahroni, Rabu (1/1/2020).

Ia juga mengapresiasi penerapan sistem reward and punishment bagi jajaran anggota polri. Tak sekadar menjatuhkan sanksi bagi ribuan oknum petugas bermasalah, kepolisian menurutnya juga mengganjar penghargaan bagi 1.766 anggota Polri yang dinilai optimal menjalankan tugas-tugasnya.

"Ditengah masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap eksistensi polri, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, reward and punisment adalah langkah yang sangat penting guna mendorong optimalisasi kinerja polri di lapangan," jelas Sahroni.

Alhasil, polri mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba yang begitu menakutkan di masyarakat. Tercatat, di sepanjang 2019, polri menangani 30.884 kasus, menurun 19,5 persen dibanding 2018 yang mencapai 45.048 kasus. Juga jumlah kejahatan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ditangani Polri tahun 2019 meningkat dimana tahun 2018 ada 1.472 kasus menjadi 1.504 kasus di tahun 2019.


"Masih ada kekurangan tentu iya. Namun saya yakin jika masyarakat mau bersama-sama membenahi polri maka saya berkeyakinan ke depan kita akan memiliki kepolisisan yang selama ini kita dambakan," tuturnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA