BI: Inflasi Desember 2019, Jakarta Juaranya

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI Jakarta pada Desember 2019 mengalami inflasi 0,30%. Atau lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir yang mencapai 0,51%. Sukses besar era Gubernur Anies Baswedan.

"Rendahnya tekanan inflasi terutama disebabkan oleh terjaganya inflasi kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK 2019 tercatat 3,23%. Atau turun ketimbang tahun sebelumnya sebesar 3,27%. Capaian ini mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5% plus-minus 1%.

Menurut Hamid Ponco Wibowo, tekanan inflasi Desember 2019, terutama disumbang oleh inflasi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,94% (moon to moon/mtm) yang terutama disumbang inflasi komoditas telur ayam ras, jeruk dan bawang merah. Kenaikan harga pada ketiga komoditas tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan sehubungan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal dan tahun baru.

Sementara itu, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) yang terutama disumbang oleh inflasi pada komoditas tarif kereta api, tarif angkutan udara dan tarif angkutan antar kota seiring dengan faktor musiman tersebut.

Laju inflasi lebih lanjut tertahan oleh penurunan inflasi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta deflasi pada kelompok sandang dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.

Pada Desember 2019, komoditas pada keempat kelompok tersebut yang mencatat deflasi terutama adalah emas perhiasan dan beberapa barang elektronik seperti VCD/DVD player, lemari es dan televisi berwarna.

Dijelaskan, inflasi 2019 yang terjaga tersebut didukung oleh koordinasi pengendalian inflasi yang solid. Konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang oleh sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan forum-forum yang ada mendukung terjaganya inflasi Jakarta pada 2019, katanya.

"Ke depan, sinergi tersebut terus diperkuat sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,0 plus minus 1 persen pada 2020," kata Hamid Ponco Wibowo. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA