Rizal Ramli Prediksi Ekonomi Tahun Tikus Memburuk?

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 Januari 2020
share
Ekonom senior DR Rizal Ramli - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kekurangan penerimaan pajak ditangan Menkeu Sri Mulyani pada 2019, berada di atas proyeksi kementrian keuangan. Angka shortfall mencapai Rp267 triliun. Pertanda ekonomi jeblok, bagaimana 2020 yang bershio tikus?

Ihwal perekonomian tahun ini, ekonom senior DR Rizal Ramli punya prediksi. Dia meyakini bakal lebih anjlok ketimbang tahun lalu. Sehingga tim ekonomi perlu melakukan perubahan strategi ekonomi.

"Masih kurang Rp267 triliun. Kekurangan terbesar dalam 20 tahun terakhir dan tax ratio terendah dalam 20 tahun terakhir. Inilah prestasi Menkeu "Terbalik" sehingga harus meminjam lebih besar dgn dengan bunga lebih tinggi pada 2020," kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Di mana, realisasi penerimaan pajak hingga 31 Desember 2019, mencapai Rp1.310.048.967.449.037. Sementara Rp1.577.555.850.376.000, atau setara 83,04%

Dengan fakta penerimaan pajak kurang dari Rp267 triliun, merupakan kekurangan terbesar dalam 20 terakhir. Serta, tax ratio terendah dalam 20 tahun terakhir. Inilah 'prestasi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ujung-ujungnya harus ditebus dengan menambah utang demi mencegah defisit anggaran.

RR, sapaan akrab Rizal Ramlu mengingatkan, cicilan pokok dan bunga utang, bakalan semakin tinggi. Tentu saja, bebannya harus ditanggung rakyat. Bentuknya dengan dicabutnya subsidi energi yang melahirkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kalau itu benar terjadi, lanjut mantan Menko Kemaritiman ini, daya beli rakyat bakal semakin ambruk. "Indonesia anjlok karena ekonomi dan daya beli yang merosot. Tahun 2020 perekonomian akan lebih anjlok lagi jika tidak ada perubahan strategi ekonomi," tutur mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid itu. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA