Tahun 2019, Berdagang dengan Swiss Membawa Berkah

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 Januari 2020
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun 2019 ditutup dengan peningkatan ekspor non migas Indonesia ke Swiss sebesar 9,4% dibandingkan 2018.

Berdasarkan catatan Swiss Federal Customs Administration, ekspor Indonesia pada 2018 mencapai US$910 juta, kemudian naik menjadi US$960 juta sampai akhir November 2019. Sementara impor Indonesia dari Swiss menurun 10,9% yaitu dari US$505 juta pada 2018 menjadi US$418 juta sampaik akhir November 2019.

Dengan demikian, surplus untuk Indonesia meningkat dari US$405 juta pada 2018 menjadi US$543 juta pada 2019. Untuk komoditi dengan kode HS 71 yaitu logam mulia dan perhiasan merupakan 64% dari total ekspor Indonesia ke Swiss.

Ekspor Indonesia jenis komoditi ini mengalami kenaikan 14,7% pada tahun 2019. Produk ekspor lainnya yang mengalami kenaikan adalah alas kaki naik, produk tekstil, kimia organik, instrumen optik. Kenaikan terbesar dialami produk kopi dengan kenaikan 33%, minyak atsiri 26% dan kakao 13%.

Sedangkan penurunan terbesar dari impor Indonesia dari Swiss adalah perlengkapan olah raga, produk tekstil, instrumen musik, jam tangan dan bentuk produk tekstil lainnya.

Peningkatan ini tentu saja tidak terlepas dari sejumlah kegiatan diplomasi ekonomi yang dilakukan KBRI Bern bersama beberapa pihak terkait. Kegiatan promosi ekspor ini umumnya di fokuskan pada komoditi yang memiliki banyak permintaan di Swiss seperti kopi dan biji kakao. Promosi kopi yang baru saja dilakukan adalah dalam ajang pertemuan Swiss Coffee Trader Association di Basel pada Oktober 2019.

Dalam pameran itu produsen kopi Indonesia langsung mendapat pesanan dari importir Swiss. Dalam kegiatan lain, kopi asal Bali mendapat pesanan cukup banyak dari Starbuck Trading di Lausanne.

Kegiatan promosi lain yang diselenggarakan KBRI Bern bekerjasama dengan KADIN Indonesia dan Atase Perindustrian RI di Brussels adalah misi dagang Kadin ke sejumlah industri mesin di Swiss. Di mana, Delegasi Kadin terdiri dari enam industri mesin presisi tinggi mendapat sambutan positif dari industri besar Swiss seperti Rheinmetal, ABB, Stadler Rail, untuk menjalin kerjasama sehingga dapat menjadi bagian dari supply chain industri mereka di Swiss.

Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss pada Nopember 2019, Duta Besar RI Bern Muliaman Hadad mengatakanm Indonesia sangat optimis terjadinya peningkatan perdagangan IndonesiaSwiss di bawah Indonesia-EFTA CEPA yang ditandatangani Desember 2018. "Dalam perjanjian ini, Swiss akan menghapuskan 7.042 pos tarif yang merupakan 81,74% dari total pos tarif Swiss yang mencakup 99,65% dari total nilai impor Swiss dari Indonesia" ujar Muliaman. "Dengan IE-CEPA ini, kami sangat optimis bahwa ekspor Indonesia ke Swiss akan meningkat pesat," papar Muliaman.

Di sektor investasi, pada 2019 merupakan tahun emas karena terjadi peningkatan komitmen investasi yang cukup besar. Komitmen investasi industri kereta api Swiss Stadler Rail untuk membangun industri kereta api di Banyuwangi bersama PT INKA, kemudian akusisi PT Adira Asuransi oleh Zurich Insurance dan perluasan kapasitas industri Nestle Indonesia yang totalnya mencapai USD 734 juta atau sekitar Rp 6 triliun. "Komitmen ini ketika terealisasi akan meningkatkan investasi Swiss di Indonesia sebesar 200 persen," ujar mantan Ketua OJK ini.

Untuk 2020, kegiatan promosi akan difokuskan pada sosialisasi IE CEPA kepada dunia usaha Swiss maupun Indonesia. Dalam kegiatan ini KBRI Bern akan bekerjasama dengan KADIN Indonesia, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian UKM dan Koperasi, Swiss Asian Chamber of Commerce dan Swiss Global Enterprises.

Hal ini perlu dilakukan sehingga perjanjian ini, bila telah berjalan nanti dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Swiss dan investasi Swiss ke Indonesia. IE CEPA telah disetujui oleh kedua chamber parlemen Swiss dan akan diratifikasi awal April 2020 bila dalam 100 hari sejak Desember 2019 suara rakyat yang tidak setuju tidak mencapai 50.000 suara. Pihak Kementerian Ekonomi Swiss yakin bahwa perjanjian ini dapat diratifikasi pada waktunya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA