Pasca Banjir, Volume Sampah Meningkat di Depok

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 Januari 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Depok - Banjir yang melanda Kota Depok meninggalkan sampah yang berserak. Pihak pemerintah kota harus segera membersihkan dan mengangkut sampah-sampah itu.

Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar mengakui volume sampah pasca banjir mengalami peningkatan.

"Pasca banjir volume sampah mengalami peningkatan dibanding sebelumnya," kata dia, Jumat (3/1/2020).

Akibat meningkatnya volume sampah, kata Iyai, pihaknya mengalami kesulitan dalammelakukan pengangkutan sampah. Pasca banjir, pihaknya mengangkut 10-15 truk berukuran besar.

"Saat ini sampah yang kami angkut menggunakan 10 sampai 15 truk besar per hari yang dikerahkan untuk mengangkut sampah atau sama dengan sekitar 150-200 ton sampah per hari.

"Kami juga sedang melaksanakan kerja bakti pembersihan sampah, baik itu sampah lingkungan warga dan saluran penghubung di wilayah Kota Depok yang terdampak banjir," ucapnya.

Menurut dia, sampah-sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari Kota Depok. Beragam jenis sampah seperti ranting pohon, plastik, kayu yang berukuran besar dan sampah rumah tangga lainnya memenuhi menumpuk di pinggir sungai dan anak sungai yang ada di Kota Depok.

Sampah yang menumpuk di pinggir anak sungai dan sungai Kota Depok sudah diangkut pekerja kebersihan. "Sampah ini kiriman dari hulu. Dari hulu, artinya dari daerah hulu Kota Depok," jelasnya.

Mengingat keterbatasan personel dan armada, Iyai meminta warga yang sampah di rumahnyabelum terangkut untuk bersabar.

"Sampah-sampah yang menumpuk di jalan-jalan pasti kami angkut, hanya saja dilakukan bertahap, karena saat ini personel yang ada fokus mengangkut sampah yang menumpuk di pinggir anak sungai dan sungai di Kota Depok," tutur dia.

Sampah yang berserakan di Depok bukan saja pasca banjir tetapi juga sebelum banjir. Hampir di setiap jalan tumpakan sampah terbungkus plastik banyak dijumpai di pinggir jalan di Kota Depok. Antara lain di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Jalan Jambore, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, dan Jalan Emeralda, Tapos. Bahkan di Jalan Margonda Raya sampah terbungkus plastik juga sering dijumpai di pinggir jalan. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA