2 dari 4 Korban Penyekapan Masih Dirawat di RSJ

HC
Oleh Happy CH Karundeng
Minggu 05 Januari 2020
share
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Camat Pakis, Malang, Agus Harianto mengatakan, kondisi empat orang perempuan yang diduga disekap ibu kandungnya bernama Artimunah (64) kini mulai membaik.

Menurutnya, usai menjalani pemeriksaan medis di RSJ Lawang, dua dari empat orang tersebut sudah boleh pulang.

"Dua anak sudah boleh pulang. Mereka Asminiwati (45), anak nomer satu, dan Virnawati (40), anak nomer tiga. Termasuk ibunya yang bernama Artimunah (64), sama pihak RSJ Lawang dinyatakan boleh pulang," katanya, Sabtu (4/1/2020).

Menurut Agus, kedua anak nomor 1 dan 3 beserta ibunya saat ini hanya menjalani rawat jalan. Sementara untuk anak yang nomor 2 dan 4, kini masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat (RSJ Lawang).

"Anak nomor 2 yang bernama Titin Yuliarsih (42), dan Anis Mufidah (36), anak nomer 4 saat ini menjalani observasi atau rawat inap di RSJ Lawang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Nurhasyim menuturkan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban ke RSJ Lawang untuk memastikan kondisi kejiwaan mereka.

"Kami ingin memastikan apa ada gangguan jiwa apa tidak," pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariah mengatakan ada seorang ibu bernama AR (62) di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diduga menyekap 4 anak kandungnya sendiri selama belasan tahun. Keempat putrinya itu, baru bisa dibebaskan tim Muspika Pakis, Jumat (3/1/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima Polres Malang, kasus ini terbongkar lantaran anak pelaku yang ke 4, berinisial AM (36) berhasil keluar rumah, dan diketahui oleh salah satu warga, dan dilaporkan ke pihak aparat desa.

"Setelah mendapat laporan tersebut, tim dari Muspika sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Desa Banjarejo, RT 04/ RW 02 Pakis," ungkapnya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA