2020, Menperin Patok Pertumbuhan Industri Rendah

IN
Oleh inilahcom
Senin 06 Januari 2020
share
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mematok pertumbuhan industri sebesar 4,89% hingga 5,3%. Kecil memang karena mempertimbangkan kondisi terkini.

"Pada asumsi high scenario yakni 5,3 persen, bisa tercapai jika daya saing nasional meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas sektoral dan efisiensi investasi sehingga ada jaminan bahan baku, serapan teknologi, kondusivitas, iklim usaha serta inovasi produk mengikuti tren preferensi konsumen global," kata Agus Gumiwang di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Sedangkan, asumsi low scenario sebesar 4,89% dengan catatan Indonesia tidak dapat menghadapi tantangan global dan tantangan domestik. Dan, Kemenperin memproyeksi kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Non Migas terhadap PDB nasional, sebesar 17,80% hingga 17,95%.

Jika dibandingkan target pertumbuhan industri pada 2019, sebesar 5,4%. Sedangkan target pertumbuhan industri 2020 memang menjadi lebih rendah.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan, Kemenperin lebih realistis dalam mematok target pertumbuhan industri tahun ini. "Ya lebih realistis. Kalau yang lalu itu kan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) yang perhitungannya tidak jangka pendek. Tapi kan ada perubahan yang cukup drastis, sehingga kami kalkulasi lagi," ungkap Sigit.

Kendati demikian, Sigit mengatakan, angka tersebut terbilang optimistis, mengingat pemerintah tengah merumuskan kebijakan omnibus law. "Kita lebih optimis dengan memperhitungkan omnibus law," tukas Sigit. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA