https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 January 2020 - 06:09 wib

Gas Industri Mahal Bikin Investor Ogah Mampir KEK

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Kemenko Perekonomian menyebutkan sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK) mengalami kendala dalam mencapai target investasi. Salah satunya karena mahalnya harga gas untuk industri.

"Ada beberapa KEK yang memiliki kendala harga gas tinggi, itu kami selesaikan satu-satu," kata Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut dia, salah satu KEK yang sudah lama berdiri namun tingkat utilisasinya masih sekitar 20 persen yakni Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Setelah dilakukan pengecekan,  salah satu penyebab belum optimalnya KEK itu karena persoalan harga gas tinggi dan pasokan gas.

Untuk itu, pihaknya berencana akan meninjau embali target KEK yang sudah lama berdiri. Mekanisme revisi itu akan diatur melalui Peraturan Menko Perekonomian melalui Dewan Nasional KEK yang akan merumuskan.

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 15 KEK terdiri dari sembilan KEK Industri dan enam KEK Pariwisata. Dari 15 KEK tersebut, 11 KEK di antaranya telah beroperasi atau sudah melayani investor.

Susiwijono menyebut total komitmen investasi mencapai Rp88,7 triliun sampai 2019 dari 11 KEK yang sudah beroperasi dengan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 8.686 orang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bertopik "Ketersediaan Gas untuk Industri" di Kantor Presiden mengajukan tiga hal untuk menuntaskan persoalan harga gas untuk industri, salah satunya penghilangan porsi gas pemerintah.

"Saya melihat yang pertama ada jatah pemerintah 2,2 US dolar per MMBTU, supaya jatah pemerintah ini dikurangi atau bahkan dihilangkan, ini bisa lebih murah," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jokowi, upaya itu harus dikoordinasikan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penyesuaian jatah itu adalah bagian pemerintah yang masuk melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Jika jatah gas pemerintah disesuaikan, maka harganya bisa turun dari sekitar 8-9 dolar AS per juta British thermal units (MMBTU). Hal kedua yakni "Domestic Market Obligation" (DMO) bagi gas diberlakukan dan dapat diberikan kepada industri.

Lalu opsi ketiga yang diajukan Presiden yakni membebaskan impor gas untuk industri. Presiden menyatakan kekecewaannya karena sejak 2016, persoalan harga gas untuk industri yang mahal tidak kunjung tuntas. [tar]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Jadi Tersangka, Begini Peran Alex Noerdin Dikasus Korupsi Gas Bumi

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin telah ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai
berita-headline

Inersia

Xiaomi Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik, Mobil Apple Apa Kabar?

Xiaomi mengabarkan telah menyelesaikan pendaftaran unit bisnis kendaraan listrik (EV) yang disebu
berita-headline

Viral

Erick Thohir: Pabrik HSM 2 Krakatau Steel Sejalan dengan Visi Presiden dan Transformasi BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir turut mendampingi Presiden Jokowi dalam
berita-headline

Viral

Jadi Tersangka Dua Kasus Korupsi Sekaligus, Berapa Harta Alex Noerdin?

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Alex Noerdin kembali ditetapkan sebagai tersangka. Kasusny