Ayah Reynhard Sinaga Terima Hukuman atas Anaknya

IN
Oleh inilahcom
Rabu 08 Januari 2020
share
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Depok--Orang tua Reynhard Sinaga mengatakan menerima hukuman yang dijatuhkan kepada putra mereka atas tindak perkosaan terhadap 48 orang-- kasus terbesar dalam sejarah hukum Inggris.

Menjawab pertanyaan BBC News Indonesia pada Selasa (7/1/2020), ayah Reynhard, Saibun Sinaga, mengatakan secara singkat,"Saya sudah menerima apa adanya, sesuai dengan perbuatannya. Tak usah lagi dibahas."

Pengadilan Manchester menjatuhi hukuman seumur hidup kepada Reynhard pada Senin (6/1/2020) atas tindak perkosaan terhadap 48 orang, dengan 159 dakwaan serangan seksual. Dari jumlah tersebut, 136 di antaranya dakwaan perkosaan.

Sejak awal persidangan kasusnya, Reynhard secara konsisten mengatakan hubungan seksual dilakukan atas dasar suka sama suka, walaupun terungkap fakta di pengadilan bahwa para korban tidak sadarkan diri.

BBC News Indonesia sempat bertemu ayah Reynhard pada Desember lalu usai beribadah di Depok. Namun ketika itu ia menolak memberikan keterangan.

Kepolisian Manchester Raya mengatakan pada Selasa (7/1/2020) bahwa mereka menerima laporan melalui unit khusus yang dibentuk setelah vonis dijatuhkan dalam kasus perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris ini.

Koordinator protokol dan konsuler Kedutaan Indonesia di London, Gulfan Afero, menyatakan pihaknya berkomunikasi dengan keluarga dan Reynhard sendiri sejak ia ditangkap polisi pada Juni 2017.

Gulfan juga mengatakan ibu Reynhard menggambarkannya sebagai,"anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja."

Berdasarkan penelusuran BBC News Indonesia, Reynhard berasal dari keluarga mapan yang tinggal di Depok.

Ayahnya adalah seorang pengusaha yang bergerak dalam sejumlah bidang usaha.

Reynhard mendapatkan gelar sarjananya pada 2006 dari jurusan arsitektur di salah satu universitas ternama di Indonesia dalam waktu empat tahun.

Dalam catatan pengantar skripsinya, Reynhard menyampaikan terima kasih kepada banyak pihak mulai dari keluarga, kampus hingga teman kuliah lintas angkatan, di antaranya adalah seperti ucapan terima kasih kepada teman yang mengetahui 'sisi kelam' dirinya.

"Mami-mami peramalku .... (terima kasih atas sumbangan pikirannya buat skripsi ini) dan .... yang selalu meramalku dengan gratis dan tahu 'the dark side of me' everybody has his/her dirty laundry right? Haha...," tulis Reynhard.

Reynhard juga mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang tidak disebutkan namanya karena selalu menemaninya selama menempuh studi arsitektur.

"Rey itu supel, ramah, dan menyenangkan"

Salah satu teman kuliah, yang tidak mau namanya disebutkan, menuturkan Reynhard adalah sosok yang menyenangkan dan mampu menceriakan suasana di sela-sela tumpukan tugas. Reynhard juga, katanya, merupakah seorang yang pintar dan enak diajak bekerja sama.

"Saya mengenal Rey (panggilan teman kuliah kepada Reynhard) sebagai orang yang supel, ramah, mudah bergaul, menyenangkan untuk diajak bekerja sama misalkan dalam kelompok," katanya saat ditemui oleh BBC News Indonesia.

Ia juga mengatakan hingga kini masih terngiang-ngiang akan tawa Reynhard yang begitu berkesan, walaupun mereka jarang berinteraksi usai Reynhard melanjutkan studi di Inggris pada 2007.

"Ketawanya sih yang paling saya ingat betul. Bahkan sampai sekarang saya sudah lama tidak bertemu tapi saya ingat betul gimana ekspresi dia pada saat ketawa bercanda, saya ingat," katanya.

Temannya kembali melanjutkan, Reynhard selalu berpenampilan rapi dan bersih. Reynhard juga, lanjutnya, merupakan orang yang bergaul dengan siapa saja dan tidak pernah memilih-milih teman.

Teman yang tidak mau disebutkan identitasnya itu turut prihatin atas kasus hukum yang dihadapi Reynhard. Ia pun mendoakan yang terbaik untuk Reynhard.

"Saya harap Rey di sana bisa menyelesaikan kasus ini dengan apapun hasilnya. Dia bisa secara mental dan fisik sehat, itu harapan saya. Saya tidak berharap apa-apa selain itu," katanya. [bbc/lat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA