https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 January 2020 - 15:10 wib

Gagal Awasi Jiwasraya,Jokowi Diminta Ganti Bos OJK

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior DR Rizal Ramli mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak manajemen Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena dianggap gagal dalam menjalankan fungsi pengawas industri keuangan sehingga muncul skandal Jiwasrayagate.

"Yang paling bertanggung jawab dan kompeten dalam menyelesaikan masalah Jiwasraya ini adalah OJK. Tapi, sampai saat ini belum kendengeran bagaimana konsepnya? Ya mungkin karena memang tidak mampu (menyelesaikan). Saya minta Presiden Jokowi ganti saja manajemen OJK," tegas Rizal dalam sebuah acara talkshow di sebuah stasiun televisi nasional, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Dirinya juga menyoroti maraknya financial technologi (fintech) ilegal yang kerap menipu serta menyengsarakan konsumen Indonesia. Lantaran menawarkan kredit dengan bunga mencekik serta menerapkan pola penagihan kredit yang kurang manusiawi. "Bunga pinjamannya 1 persen per hari. Kalau tidak bayar cicilan dipermalukan. Lalu di mana pengawasan OJK kok sampai marak fintech-fintech abal-abal itu," paparnya.

Padahal, lanjut mantan Menko Kemaritiman ini, mengawasi fintech sangat sederhana. Karena sudah ada big data analisis. Sehingga adanya integrasi data membuat mudah kontrol. "Pak Jokowi harus berani ganti manajemen OJK. Ini sekarang (OJK) malah mau bangun kantor baru yang mahal sekali," ungkap RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Terkait mega skandal Jiwasrayagate yang menurut Kejaksaan Agung mengandung potensi kerugian negara hingga Rp13,7 triliun, menurut Rizal, harus diungkap sampai aktor intelektualnya. "Kalau tertangkap hukum seberat-beratnya. Sita seluruh asetnya, kalau perlu suruh teken personal garansi hingga tiga turunan. Agar bisa menimbulkan efek jera," ungkapnya.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini, meyakini, skandal Jiwasrayagate lantaran serampangan dalam mengelola dana nasabah. Di mana, manajemen Jiwasraya lama membelanjakan dana nasabah untuk saham abal-abal. "Ya kalau mau diinvestasikan pilih saham yang bluechip, ada LQ45 atau LQ20. Bukan malah beli saham abal-abal. Jelas ini bukan tidak tahu, bisa jadi memang sarat permainan," pungkasnya. [ipe]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Wajib Tahu! Solusi Aman Biar Nggak Terjerat Pinjaman Online

Perkembangan teknologi digital, membuat semakin ramainya aplikasi pinjaman online dengan sarat ma
berita-headline

Empati

Hati Hancur Ketika Keluarga Terjerat Pinjol

Layanan pinjaman online (pinjol) kini semakin marak, menjadi salah satu solusi yang dipilih orang
berita-headline

Inersia

Dear Milenial, Begini Solusi Investasi di Tengah Pandemi

Era digitalisasi di tengah pandemi saat ini, sangatlah membantu baik dari sisi kemudahan akses me
berita-headline

Viral

Hindari Pinjol Ilegal, OJK: Itu Kejahatan

Di masa pandemi ini tak sedikit masyarakat mengalami kesulitan keuangan. Ini terjadi karena beber