Skandal Jiwasragate

Tekor Rp4T, Jiwasraya Serampangan Borong Saham

IN
Oleh inilahcom
Rabu 08 Januari 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait skandal Jiwasrayagate, Ketua BPK Agus Firman Sampurna, menyebut ada kerugian Rp4 triliun dari investasi saham di pasar modal. Aksi borong saham abal-abal berujung buntung.

Dalam jumpa pers di Kantor BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020), Agus menjelaskan, audit investigasi pendahuluan BPK pada 2018, merupakan tindak lanjut dari audit 2016. Di mana, auditor pelat merah ini, menemukan 16 penyimpangan tata kelola Jiwasraya. Terindikasi kuat terjadi penyelewengan keuangan alias fraud. "Termasuk investasi kepada saham TRIO, SUGI, LCGP sepanjang 2014-2015, tidak didukung kajian usulan penempatan saham memadai," ungkap Agus.

Masih kata Agung, Jiwasraya harus menanggung kerugian Rp4 triliun dari pembelian tiga saham yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT PP Property Tbk (PPRO). "Dari BJBR, SMBR, dan PPRO kerugiannya Rp 4 triliun dari transaksi tersebut," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Karena itu, Agung menyampaikan, Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta pihaknya menghitung semua kerugian yang ditimbulkan dari salah penempatan investasi saham.
"Kejagung minta BPK hitung kerugian. Dari hasil itu BPK simpulkan ada penyimpangan dari pengumpulan dana JS Saving Plan dan investasi," katanya.

Ia menambahkan, BPK butuh waktu hingga 2 bulan guna mengungkap lebih rinci pihak-pihak yang terkait jual beli saham dari Jiwasraya. "Butuh waktu hitung kerugian negara dan direncanakan selesai dalam waktu 2 bulan. BPK sepenuhnya dukung Kejagung," pungkasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA