Langkah Kemenkop Kembangkan UMKM

IH
Oleh Indra Hendriana
Rabu 08 Januari 2020
share
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan program-program strategis untuk memastikan terjadi percepatan pengembangan koperasi dan UMKM.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk melakukan pengarusutamaan koperasi dan UKM dalam pembangunan ekonomi nasional lima tahun ke depan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya menyiapkan tiga pilar strategi nasional pengembangan KUMKM yang disusun dalam enam program strategis. Antara lain, Perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing produk dan jasa, dan pengembangan kapasitas dan manajemen SDM usaha.

"Kemudian, akselerasi pembiayaan dan investasi; Kemudahan dan kesempatan berusaha; dan Koordinasi lintas sector," kata Teten, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Kemudian, untuk menjangkau perluasan akses pasar, Kemenkop telah meminta agar produk UMKM menjadi prioritas pengadaan barang dan jasa di K/L, BUMN dan pemerintah daerah. "Karena itu, segera dilakukan revisi aturan produk yang masuk dalam e-catalog," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan model-model kemitraan antara KUMKM dan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah. Antara lain udang, kopi, sapi perah, pisang, modest fashion, halal food, home decor, budidaya udang, indigenous product dan lainnya.

"Termasuk koperasi berbasis komunitas, seperti koperasi mahasiswa, koperasi pesantren dan lainnya. Model kemitraan didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan non-bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN," kata dia.

Daalam kesempatan ini dia mengatakan, target dalam waktu dekat adalah membangun rumah produksi bersama di sentra industri kecil dan menengah yang melibatkan koperasi, swasta atau pemda. UMKM dapat memproduksi barang secara bersama dengan kualitas dan brand yang kuat.

Bukan hanya itu, pihaknya bersama seluruh pelaku dan stakeholder terkait, bertekad mengejar kenaikan kontribusi PDB dan ekspor KUMKM melalui program-program prioritas yang dijalankan. Diproyeksikan pada 2020, potensi kenaikan ekspor KUMKM mencapai 18,12 persen dan PDB UMKM mencapai 61 persen. Juga terkait peningkatan jumlah koperasi modern dan terwujudnya UMKM naik kelas.

"Kementerian Koperasi dan UKM siap menjalankan semua program strategis bersama para pejuang koperasi, pelaku UMKM untuk membawa KUMKM Indonesia menjadi pemain dalam pasar dunia dan masuk dalam global value chain," kata dia.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA