Kontraktor Selandia Baru Siap Pailitkan BCK

IN
Oleh inilahcom
Jumat 10 Januari 2020
share
Kuasa hukum HIL Representative Office, Albert H Limbong

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan konstruksi asal Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) bakal menempuh kasasi, setelah Peradilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak permohonan pailit PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK).

Kuasa hukum HIL Representative Office, Albert H Limbong mengungkapkan, persidangan pailit yang digelar Kamis (9/1/2020), majelis hakim Pengadilan Niaga di PN Jakpus, menolak permohonan pernyataan pailit yang diajukan HIL kepada BCK. "Hasil persidangan hari ini Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan pailit dari kami. Tetapi, kami tidak berhenti sampai di sini. Kami akan melanjutkan upaya hukum kasasi," kata Albert di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dia mengatakan, rencana mengajukan kasasi pada kasus ini didasari oleh keyakinan bahwa BCK memiliki utang kepada HIL seperti yang tertuang di dalam permohonan pernyataan pailit kepada BCK. "Faktanya, utang BCK memang ada, namun pengadilan menyatakan bahwa permohonan kami ditolak seluruhnya. Kami akan melakukan kasasi," tegasnya.

Namun demikian, Albert menyebutkan, persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Abdul Kohar serta didampingi Hakim Anggota, Makmur dan John Tony Hutauruk terkesan janggal dan tidak memenuhi etika persidangan. "Sebelum putusan, kami diminta untuk menunggu di ruang persidangan Ruang Sarwata, namun secara sepihak permohonan kami diputuskan di Ruang Sujono," ungkap Albert.

Bahkan, lanjut Albert, pada SIstem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mencantumkan bahwa agenda putusan permohonan pernyataan pailit BCK di Ruang Sarwata. "Kami dianggap tidak hadir di persidangan, padahal kami menunggu di Ruang Sarwata atas permintaan Panitera (Pengganti)," ungkapnya.

Majelis hakim menyatakan bahwa sudah dilakukan pemanggilan secara patut kepada kuasa hukum HIL maupun BCK. "Kuasa hukum dari kedua belah pihak sudah hadir di pengadilan. Tetapi. Disebutkan oleh hakim bahwa putusan sudah dibacakan dan diputus tanpa kehadiran kami," jelas Albert.

Albert mengatakan, HIL tetap optimistis untuk melanjutkan persidangan ke tingkat kasasi dengan bukti-bukti yang sudah terhimpun, bahkan bukti baru pun akan diajukan pada persidangan kasasi. "Kami akan mengungkap hal-hal lain terkait utang BCK dan kami akan mendaftarkan upaya kasasi setidaknya sebelum delapan hari dari putusan," imbuhnya. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA