Kisruh PLTP Dieng&Patuha, Ini Penjelasan Geo Dipa

IN
Oleh inilahcom
Jumat 10 Januari 2020
share
Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim

INILAHCOM, Jakarta - Terkait sengketa bisnis dengan PT Bumi Gas Energi dalam pengelolaan PLTP Dieng dan Patuha, PT Geo Dipa Energi (GDE) merasa sudah clear. Di mana, GDE sebagai pemenangnya.

Dalam penjeleasan yang diterima redaksi, Jakarta, Jumat (10/1/2020), ditandatangani Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim menjelaskan begini.

Berdasarkan keputusan BANI No 922/II/ARB-BANI/2017 tanggal 30 Mei 2018, sebagaimana telah didaftarkan ke PN Jaksel pada 20 Juni 2018. Di mana, Geo Dipa telah memenangkan sengketa hukum karena Bumi gas (BGE) terbukti tidak dapat memenuhi syarat efektif kontrak, sebagaimana pasal 55 kontrak. Menurut UU Arbitrase, putusan BANI bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap dan mengikat para pihak.

Dan, putusan BANI tersebut diperkuat dengan ditolaknya permohonan pembatalan keputusan BANI No 922/II/ARB-BANI/2017 yang diajukan Bumigas dengaqn adanya putusan kasasi MA No 105B/PDT-SUS/2019 tanggal 19 Januari 2019. Menurut UU Arbitrase, putusan MA tersebut memutus pada tingkat pertama dan terakhir.

Selanjutnya, Bumi Gas mengklairifkasi bahwa pihak Geo Dipa yang melakukan wanprestasi, bukan sebaliknya. Sesuai keputusan BANI No 922/II/ARB-BANI/2017 tanggal 30 Mei 2018, Bumigas tidak dapat membangun PLTP Dieng (Jawa Tengah) dan Patuha (Jawa Barat), karena tidak dapat memenuhi ketentuan syarat efektif pasal 55 kontrak. Sehingga progresnya 0% Adapaun ketentuan dalam pasal 55 kontrak, Bumigas harus menyampaikan bukti berupa first drawndown selambat-lambatnya 30 April 2005, yang kemudian tidak bisa dipenuhi oleh pihak Bumigas (BGE). [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA