Ini Penyebab Tebing di Jalan Lingkar Utara Longsor

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 11 Januari 2020
share
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sumenep - Tebing longsor di jalan lingkar utara itu diakui masih kurang miring. Rencananya kemiringan tebing akan ditambah dan menjadi program pada tahun ini.

"Memang tebing itu kurang miring. Programnya tahun ini akan ada pengerjaan penambahan kemiringan tebing di sisi kanan kiri, dan selanjutnya dibeton," kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep, Eri Susanto, Jumat (10/1/2020).

Pada Jumat siang, tebing di jalan lingkar utara longsor sekitar 20 meter. Longsoran tebing itu menutup separuh badan jalan. Akibatnya, untuk sementara, akses jalan lingkar utara ini ditutup. Sejumlah anggota Polres Sumenep langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan tanah dan batu longsoran tebing.

"Material longsoran dari tebing yang runtuh itu sudah dibersihkan dengan alat berat yang didatangkan rekanan yang mengerjakan pembangunan Jalan Lingkar Utara pada 2019," terang Eri.

Menurutnya, dari hasil pengecekan di lapangan, longsoran tebing tidak sampai merusak konstruksi jalan di Jalan Lingkar Utara di Desa Kebunan, Kecamatan Kota. "Sudah dicek langsung. Material dari longsoran tebing itu ternyata tidak sampai merusak konstruksi jalannya," ungkap Eri.

Pembangunan Jalan Lingkar Utara yang menghubungkan Desa Kebunan dengan Parsanga, Kecamatan Kota, memang dikonsep selesai dibangun dalam.dua tahun anggaran, yakni 2019 dan 2020. Jalan Lingkar Utara sebenarnya belum dioperasionalkan secara resmi, karena pengerjaannya diperkirakan baru akan tuntas pada akhir tahun ini.

"Pembangunan fisiknya memang dikerjakan pada 2019 dan 2020. Untuk pembangunan fisik yang selesai pada 2019, saat ini masih masuk masa pemeliharaan," ungkap Eri. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA