KPK Dalami Andil Direktur PT Milades Indah Mandiri

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Minggu 12 Januari 2020
share
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar - (Foto: Inilahcom/Didik)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap perizinan PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 Cirebon yang menjerat GM Hyundai Engineering & Construction, Herry Jung.

Dalam upaya tersebut, lembaga antikorupsi juga mendalami keterlibatan Direktur PT Milades Indah Mandiri (PT MIM), Muhammad Subhan.

Terkait perizinan proyek PLTU 2 Cirebon, Herry Jung diduga memberikan suap kepada Sunjaya sebesar Rp 6,04 miliar kepada mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Uang Rp 6,04 miliar merupakan bagian dari janji awal sebesar Rp 10 miliar.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar memastikan bahwa penyidik akan mencermati setiap fakta yang berkembang. Tak terkecuali soal aliran dana dan dugaan keterlibatan Direktur PT MIM (Milades Indah Mandiri) sekaligus Direktur PT Kreasindo Jaya Mahesa Muhammad Subhan. Apalagi, kasus yang menjerat tersangka Herry Jung saat ini sedang bergulir dalam tahap penyidikan.

"Iya (didalami). Kalau sudah ditetapkan ada tersangka tentu didalami," ujar Lili kepada awak media, Sabtu (11/1/2020).

Adapun dugaan pemberian suap dilakukan dengan cara membuat Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif dengan PT Milades Indah Mandiri (PT. MIM). Sehingga seolah-olah ada pekerjaan jasa konsultasi pekerjaan PLTU 2 dengan kontrak sebesar Rp 10 miliar.

Fakta mengenai aliran suap dari GM Hyundai Engineering & Construction kepada Sunjaya itu telah mencuat dalam proses persidangan perkara suap perizinan yang sebelumnya menjerat Sunjaya. Dalam persidangan terungkap uang itu dikucurkan oleh Herry Jung yang diserahkan secara bertahap melalui pihak perantara.

Sejumlah pihak telah diperiksa penyidik KPK saat kasus Sunjaya bergulir ditahap penyidikan. Diantaranya, Muhammad Subhan, Yunadia Nur Galura, Camat Beber Kabupaten Cirebon, Rita Susana, Camat Astanajapura, Mahmud Iing Tajudin, beberapa camat di Kabupaten Cirebon, serta beberapa kepala dan sekertaris dinas di Kabupaten Cirebon. Rita Susana dan Mahmud Iing Tajudin yang merupakan suami istri diketahui telah dicegah berpergian ke luar negeri.

Kasus yang menjerat Herry Jung merupakan pengembangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Oleh KPK, Sunjaya Purwadisastra juga dijerat sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sunjaya diduga mencuci uang dari suap dan gratifikasi yang diterimanya selama menjabat sebagai Bupati Cirebon senilai sekitar Rp 51 miliar. Pencucian uang itu dilakukan dengan menyimpan di rekening atas nama orang lain serta membeli aset berupa tanah dan tujuh mobil.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA