Periksa Jazilul Fawaid, KPK Telusuri ini

IS
Oleh Ivan Setiyadi
Senin 13 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran uang di kasus suap pengurusan dana hibah KONI dari Kemenpora.

Hari ini, penyidik memeriksa anggota DPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid sebagai saksi untuk mantan Menpora, Imam Nahrawi.

"Terkait dengan aliran uang," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1/2020) malam.


Meski demikian, Ali masih enggan merinci lebih jauh mengenai aliran dana tersebut. Tim penyidik nampaknya mulai memeriksa para saksi yang berasal dari unsur legislatif.

Pada Jumat (10/1/2020), tim penyidik menjadwalkan memeriksa anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Namun, Teuku Riefky mangkir atau tak memenuhi panggilan penyidik KPK.


Diketahui, Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA