Ferdinand : Pusaran Korupsi Digeser ke Imam Bonjol

IN
Oleh inilahcom
Rabu 15 Januari 2020
share
Ferdinand Huatahaean - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Demokrat Ferdinand Huatahaean, menduga ada upaya mengskenariokan menggiring opini publik agar hanya fokus pada Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WS) yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu.

"Skenario besarnya adlh : MENGGESER LOKASI PUSARAN KORUPSINYA dari Diponegoro ke Imam Bonjol. Publik akan digiring utk menghakimi @KPU_ID sbg pelaku utama Wahyu dan Agustina. KPU akan jd target serangan opini dan SUMBER MASALAH PENYEBAB SUAP INI akan selamat," cuit akun Twitter @FerdinandHaean2, dikutip Selasa (14/1/2020).

Menurut Ferdiand, kasus OTT yang menyeret Wahyu Setiawan, semestinya bersumber dari kader PDIP. Mengingat dalam OTT itu, penyidik KPK menyita uang senilai Rp400 juta dalam mata uang dolar Singapura.

Uang itu akan diberikan Agustiana kepada Wahyu, sebagai ongkos guna memproses pengganti antar waktu (PAW) Harun Masiku atas caleg PDIP Dapil Sumsel I, Nazarudin Kiemas, yang meninggal sebelum pencoblosan Pemilu 2019.

Lalu, pengakuan dari salah satu tersangka, yakni Saeful Bahri terkait sumber dana suap berasal dari Sekjen PDIP, Hasto Kristianto.

"Lucunya, PELAKU UTAMA yg segarusnya dr PDIP sprt akan digeser bahwa @KPU_ID lah pusaran utama korupsinya. Kasihan Komisioner dan Lembaga KPU menjadi diragukan integritas dan hasil pemilu yg dilaksakan. Padahal sumber utama perkara ini ada di Diponegoro. Apa kabar Hasto? @KPK_RI," tulis dia. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA