Pertamina-Adnoc Garap Kilang Petrokimia Balongan

IH
Oleh Indra Hendriana
Rabu 15 Januari 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan ADNOC, industri migas asal Abu Dhabi, meneken Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

Penandatangan MoU dilakukan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan CEO ADNOC Group sekaligus Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA), Dr Sultan Ahmed Al Jaber di Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/1/2020) waktu setempat.

Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi, sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, YM Syaikh Mohamed bin Zayed, menyaksikan pertukaran dokumen perjanjian tersebut.

Nicke menyatakan, MoU ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Comprehensive Strategic Framework (CSF) yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juli 2019, untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas, baik di UEA, Indonesia, ataupun internasional.

Sebagai hasil diskusi intensif tersebut, Pertamina dan ADNOC berhasil meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik, di antaranya untuk mengevaluasi potensi pengembangan Crude to Petrochemicals Complex di Balongan. Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut.

"Pertamina membuka diri untuk strategic partnership. Potensi kolaborasi dengan ADNOC akan memperkuat langkah bisnis Pertamina khususnya dalam mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri terutama polyolefin," ujar Nicke.

Potensi kerjasama ini penting karena pengembangan Crude to Petrochemicals Complex ini rencananya akan terintegrasi dengan RDMP Balongan sehingga selain akan mengurangi impor BBM, hasilnya juga akan meminimalkan impor produk petrokimia.

ADNOC merupakan partner strategis potensial yang diperhitungkan Pertamina karena selain berpengalaman mengelola integrated refinery and petrochemical dengan kapasitas terbesar di Timur Tengah dan terbesar ke-4 di dunia, ADNOC juga memberikan opsi tawaran partisipasi Pertamina di blok produksi migas di UEA, yang nantinya akan didiskusikan oleh kedua pihak.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Pertamina dan ADNOC juga menandatangani perjanjian pasokan LPG. Dengan demikian, pada tahun 2020 ADNOC akan menyediakan LPG sampai dengan 528.000 MT LPG untuk Pertamina dalam rangka mengamankan kebutuhan LPG dalam negeri. "Transaksi ini juga efektif karena sumbernya langsung dari produsen," ujar Nicke.

Untuk LPG, ADNOC juga dikenal sebagai salah satu perusahaan migas yang memproduksi LPG terbesar di dunia dengan kapasitas mencapai lebih dari 10 juta MT per tahun untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.

Sementara Al Jaber mengatakan, perjanjian dengan Pertamina akan mendukung ADNOC untuk memperkuat keberadaanya di Indonesia, sebagai salah satu pasar pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Kesepakatan yang telah ditandatangani ini juga menunjukkan peluang penciptaan nilai yang inovatif dan hubungan bilateral yang kuat antara UEA dengan RI. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA