KPK Berbagi Peran dengan Polisi Usut Kasus Asabri

IS
Oleh Ivan Sethyadi
Kamis 16 Januari 2020
share
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar - (Foto: Inilahcom/Didik)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar tak mempersoalkan Polri yang ikut menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Asabri.

Menurut Lili, lebih banyak penegak hukum yang perhatian dengan kasus korupsi, maka akan lebih bagus.

"Kalau terkoordinasi (dengan) semua APH (aparat penegak hukum) bagus, kan tinggal berbagi peran dan saling dukung," ujar Lili saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

"Tapi aku belum tau seperti apa nanti," sambung Lili terkait pola koordinasi dengan penegak hukum lain.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan pihaknya akan tetap menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Asabri meski Polri juga diketahui ikut menyelidikinya.

"Tak ada istilah rebutan dalam pemberantasan korupsi, yang ada semangat pemberantasannya," kata Nawawi.

Diketahui, KPK sudah melakukan pertemuan dengan BPK pada Rabu, 15 Januari 2020 kemarin. Belum diketahui secara pasti apa saja yang dibahas oleh Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, dan Plt Deputi Penindakan Panca Putra Simanjuntak saat bertandang ke gedung BPK.

Dipastikan pertemuan mereka berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di PT Asabri.

Sebelumnya BPK mengaku masih mengaudit kerugian negara atas kasus dugaan korupsi di PT Asabri. BPK menaksir kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 16 triliun.

"Baru perkiraan, BPK sedang mengumpulkan data dan informasi, diperkirakan potensi kerugian Rp 10 sampai Rp 16 triliun," ujar anggota BPK Harry Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020).

Menurut Harry, setelah semua data terverifikasi secara keseluruhan, BPK berencana menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Iya akan diserahkan ke KPK," kata dia. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA