Inilah Penopang Kontrak PT Waskita Beton Precast

IN
Oleh inilahcom
Kamis 16 Januari 2020
share
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sepanjang tahun 2019 membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp7,03 triliun.

Keberhasilan tersebut mengalami peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01 persen atau Rp2,43 triliun di tahun 2018 menjadi Rp4,44 triliun tahun 2019.

"Kami berhasil mencapai target perolehan nilai kontrak baru. Hal ini didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36 persen," ujar Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk dalam rilis yang diterima Rabu (15/1/2020)

Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh lumayan beragam. Di antaranya dari Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok. Lainnya, Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan, yang merupakan kerja sama dengan Hyundai dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City.

WSBP juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura senilai Rp435 miliar. WSBP tengah menyusun MoU dengan perusahaan Malaysia. Kerja sama ini kelak akan berlanjut dengan joint operation proyek-proyek luar negeri, salah satunya dalam pengejaan proyek LRT di Filipina yang kini tengah dalam proses tender yang diikuti oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Menurut Jarot Subana, untuk meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan pasar eksternal. "Tentunya kami ingin porsi nilai kontrak eksternal meningkat," tambahnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, WSBP menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp11,9 triliun dan penjualan di atas Rp10 triliun.

Sebagai informasi, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Perseroan telah memperoleh beberapa proyek besar. Antara lain Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Seksi 2 dan 3, Apartement Tokyo Riverside, Tol Pekanbaru Dumai Seksi 6C, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Ramp on & off.

Ada juga proyek Bandara Kulonprogo, Bendungan Leuwikeris, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Addendum Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, Bandara Sultan Hasanuddin, dan proyek lainnya. [nes]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA