Ini Alasan BEI Hentikan Sementara Saham PT Hanson

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Kamis 16 Januari 2020
share
PT Hanson International Tbk (MYRX) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas bursa saham menghentikan sementara transaksi saham PT Hanson International Tbk (MYRX) di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan Kamis (16/1/2020).

BEI telah menerima surat penjelasan dari perseroan tentang pemberitaan terjadinya gagal bayar pinjaman individual perseroan pada 15 Januari 2020.

Untuk itu BEI mengembil keputusan untuk menjaga pedagangan efek yang teratur, wajar dan efisien dengan menghentikan sementara transaksi saham MYRX unntuk saham biasa. Saham MYRXP untuk saham seri B atau saham preferen. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (16/1/2020).

BEI berharap pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari perseroan. Sebelum dihentikan sementara, harga saham MYRX di Rp50 per saham.

PT Hanson International Tbk (dahulu Hanson Industri Utama Tbk) (MYRX) didirikan dengan nama PT Mayertex Indonesia tanggal 07 Juli 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih Saham Biasa Hanson International Tbk (MYRX), antara lain: Benny Tjokrosaputro (pengendali) (14,81%) dan PT ASABRI (Persero) (11,66%). Saham publik sebesar 59,9%.

Sebelumnya kegiatan usaha MYRX meliputi bidang industri kimia dan serat sintesis, pemintalan dan pertenunan, industri tekstil lainnya, perdagangan ekspor impor, lokal, leveransir, grosir dan distributor, serta agen

Kegiatan usaha MYRX adalah bergerak di bidang Industri, Perdagangan Umum dan Pembangunan. Kegiatan usaha MYRX hanya melakukan penyertaan saham pada anak usaha. Penyertaan saham terbesar MYRX adalah pada PT Mandiri Mega Jaya (aset sebelum eliminasi mencapai Rp4,99 triliun per 30-Sep-2015).

Mandiri Mega Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang properti mulai dari perencanaan, pengembangan, pelaksanaan proyek, jasa pemborongan dan konstruksi umum pada sektor perumahan (real estate), kawasan industri, gedung-gedung apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya.

Pada tanggal 10 September 1990, MYRX memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYRX (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp9.900 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 31 Oktober 1990.

Dalam pemberitaan media, Benny Tjokro diduga terlibat dalam pusaran skandal asuransi PT Jiwasraya dan PT Asabri. Bahkan Kejagung telah menetapkan Benny sebagai salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA