AS dan China Sepakat Redakan Perang Dagang

IN
Oleh inilahcom
Jumat 17 Januari 2020
share
Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Presiden AS Donald Trump - (gettyimages/bbc)

INILAHCOM, Wahington - AS dan China menandatangani perjanjian yang bertujuan meredakan perang dagang yang telah mengguncang pasar dan membebani ekonomi global.

Berbicara di Washington, Presiden AS Donald Trump menyebut pakta dagang itu 'transformatif' bagi ekonomi AS.

Para pemimpin China menyebutnya kesepakatan yang menguntungkan semua pihak dan akan membantu membina hubungan yang lebih baik antara kedua negara.

China berjanji untuk meningkatkan impor produk AS senilai US$200 miliar di atas level 2017 dan memperkuat aturan kekayaan intelektual.

Sebagai gantinya, AS setuju untuk mengurangi hingga setengah dari beberapa tarif baru yang dikenakan pada produk-produk China.

Namun, sebagian besar pajak di perbatasan tetap diberlakukan, yang mendorong kelompok bisnis untuk meminta diadakannya perundingan lebih lanjut.

"Ada masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Intinya adalah, mereka boleh menikmati hari ini tapi tidak menunggu terlalu lama untuk perundingan tahap dua," kata Jeremie Waterman, presiden China Center di Kamar Dagang AS.

AS dan China terlibat dalam perang tarif sejak 2018, menyebabkan pajak impor tambahan dikenakan atas produk dagang senilai lebih dari US$450 miliar. Perselisihan ini telah mengganggu aliran perdagangan, menghambat pertumbuhan ekonomi global, dan membuat khawatir para investor.

'Memperbaiki kesalahan'

Pada acara penandatanganan di Washington, yang dihadiri oleh para donor utama partai Republik dan pemimpin bisnis, Trump mengatakan kesepakatan ini menyiapkan panggung untuk hubungan yang lebih kuat antara AS dan China.

"Bersama-sama kita memperbaiki kesalahan masa lalu dan mewujudkan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan. Jauh melampaui kesepakatan dagang ini, ini akan mengarah pada perdamaian dunia yang lebih kuat," ujarnya.

Sementara Wakil Perdana Menteri China Liu He, yang menandatangani perjanjian atas nama China, mengatakan perjanjian ini berakar dari 'kesetaraan dan saling menghormati' dan membela model ekonomi negaranya dalam sambutannya.

"China telah mengembangkan sistem politik dan model pembangunan ekonomi yang sesuai dengan realitas nasionalnya," katanya.

"Ini tidak berarti China dan AS tidak bisa bekerja sama. Sebaliknya, kedua negara kami sama-sama memiliki kepentingan komersial yang sangat besar."

"Kami berharap kedua belah pihak akan mematuhi dan menjaga perjanjian ini dengan sungguh-sungguh," katanya lagi.

'Kemajuan bertahap'

Trump mengatakan perjanjian yang ditandatangani itu adalah perjanjian 'tahap satu' dan berjanji bahwa pemerintah akan menangani masalah lain --seperti subsidi pemerintah China-- dalam perundingan di masa depan.

Sebelumnya, AS menuduh China melakukan praktik bisnis yang 'tidak adil', misalnya memberikan subsidi untuk bisnis domestik dan aturan administratif yang membuat perusahaan-perusahaan AS sulit beroperasi di negara itu.

Trump membela keputusannya untuk mempertahankan sebagian besar tarif, mengatakan mereka akan memberikan keuntungan dalam perundingan di masa depan. Namun, kelompok bisnis dan analis AS menyatakan kekhawatiran.

"Meskipun 'tahap satu' membuahkan kemajuan bertahap, masih harus dilihat apakah akan memberikan bantuan berarti bagi petani seperti saya," kata Michelle Erickson-Jones, seorang petani gandum di Montana, yang berafiliasi dengan kelompok lobi Farmers for Free Trade.

"Janji-janji pembelian yang tinggi sangat menggembirakan, tapi petani seperti saya akan percaya ketika kami benar-benar melihatnya," imbuhnya.

Charles Kane, seorang dosen di MIT Sloan School of Management, mengatakan Trump melihat China sebagai kambing hitam politik, yang membuat negosiasi serius kemungkinan tidak akan dilakukan sampai setelah pemilihan presiden November.

"Ia menggunakan perang dagang sebagai senjata politik," kata Kane.

Berikut isi kesepakatan yang ditandatangani AS-China:

- China berkomitmen untuk meningkatkan impor produk AS sedikitnya sebesar US$200 miliar di atas level 2017; meningkatkan pembelian produk pertanian sebesar US$32 miliar, manufaktur sebesar US$78 miliar, energi sebesar US$52 miliar, dan jasa sebesar US$38 miliar.

- China sepakat untuk bertindak lebih tegas terhadap pemalsuan dan memudahkan perusahaan untuk menempuh tindakan hukum atas pencurian rahasia dagang

- AS akan mempertahankan tarif hingga 25 persen untuk produk China yang diperkirakan bernilai US$360 miliar; China, yang telah mengenakan tarif baru atas produk-produk AS senilai US$100 miliar, juga diperkirakan akan mempertahankan sebagian besarnya. [BBC]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA