Puluhan Pembangkit PLN Akan Dikonversi ke Gas

IH
Oleh Indra Hendriana
Jumat 17 Januari 2020
share
Wakil Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana mengubah bahan bakar pembangkit yang menggunakan BBM ke gas. Ini dilakukan agar biaya produksi listrik lebih murah.

Menurut Darmo sapaan akrabnya, saat ini ada 50 sampai 52 pembangkit PLN yang memakai BBM. Namun, Darmo belum bisa memastikan apakah semua pembangkit itu akan memakai gas. Sebab, pihaknya musti melihat perubahan produktivitas pembangkit itu apabila beralih memakai gas.

"Kepmen (ESDM soal perubahan) itu golnya adalah facing out konsumsi BBM digantikan gas. PLN ada langkah-langkah sistematis, dilihat pembangkit mana yang bisa di-facing out," kata Darmo di Kementerian BUMN, Jumat (17/1/2020).

Hal ini dilakukan karena beberapa pembangkit itu usianya sudah tua. "Pembangkit tua juga akan dipertimbangkan apakah masih ekonomis jika dipasok gas. Kalau sudah tua apakah tetap dikasih gas walau heat rate-nya rendah," ujar Darmo.

Nah, kedepan pihaknya akan membicarakan hal ini dengan Pertamina. Tujuannya adalah untuk membahas perubahan pemakaian BBM menjadi gas.

"Tetapi intinya, sudah ada policy maupun operasi di tingkat lapangan agar bisa dilaksanakan dengan baik," tegas dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, meski harga gas cair atau LNG berkisar US$ 12-14, tapi masih lebih murah bila dibandingkan dengan BBM. Sebab, harga BBM atau solar sebesar USD 20. Selain itu, perubahan ini juga mengubah bahan bakar yang tadinya impor menjadi dari dalam negeri.

"Artinya ini mengubah energi berbasis impor menjadi domestik, ditambah lagi cost saving sehingga kesehatan finansial PLN akan lebih baik," kata dia.[jat]

# TAG
PLN

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA