KPK Gelar Rekontruksi Kasus Korupsi Di Medan

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Sabtu 18 Januari 2020
share
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri - (Istimewa)

INILAHCOM, Medan - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbang ke Medan untuk melakukan rekonstruksi kasus suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin pada Jumat (17/1/2020).

Rekonstruksi kasus dilakukan di Swiss-Belhotel Gajah Mada Medan, Jalan Gajah Mada No. 49, Babura, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan memperoleh gambaran utuh terkait dengan rangkaian peristiwa dugaan penerimaan uang suap tersebut," jelas Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi.

Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp 200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA